News

Penyebab Kecelakaan Maut Bus Sriwijaya Masih Diselidiki Polisi


Penyebab Kecelakaan Maut Bus Sriwijaya Masih Diselidiki Polisi
Petugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD, dan Tagana melakukan evakuasi korban kecelakaan Bus Sriwijaya dengan rute Bengkulu-Palembang yang masuk jurang di Liku Lematang, Prahu Dipo, Dempo Selatan, Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019). Berdasarkan data dari Polres Pagaralam dari total 39 orang penumpang bus yang menjadi korban, 25 orang meninggal dunia dan 14 orang mengalami luka berat dan ringan. (ANTARA FOTO/Handout/Dok Basarnas Palembang)

AKURAT.CO Kepolisian masih menyelidiki penyebab kecelakaan maut Bus Sriwijaya di Pagaralam, Senin (23/12/2019) pukul 23.15 WIB, yang sementara ini sudah merenggut nyawa 35 orang dan 13 orang korban selamat.

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Istiono seusai memantau lokasi kejadian, Rabu, mengatakan bahwa polisi akan menyelidiki penyebab kecelakaan hingga 2 hari ke depan.

”Sudah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), nanti akan dianalisis secara lengkap dan saat ini masih pengumpulan data," kata Istiono.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kata dia, SIM pengemudi yang turut menjadi korban bus itu sudah tidak berlaku sejak 2010.

Namun, untuk izin PO bus, menurut dia, sudah cukup lama beroperasi, termasuk busnya sudah dipakai lebih dari 20 tahun.

"Kami masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut," ungkapnya.

Berdasarkan hasil pengamatan langsung, Istiono menerangkan bahwa karakteristik jalan tergolong berbahaya karena jalannya menanjak cukup tajam.

Menurut dia, pengemudi harus berkonsentrasi dan kendaraannya juga prima.

"Trek ini menurut saya terlalu tajam, perlu adanya papan pengumuman. Selain itu, perlu adanya penerangan jalan dan rambu warning agar kejadian ini tidak terulang lagi,” ujar Istiono.

Bus Sriwijaya diduga tidak dapat menaiki tanjakan tajam sehingga mundur menabrak beton pembatas, kemudian terjun ke jurang setinggi 8 meter.[]

Sumber: ANTARA