Ekonomi

Penyaluran KUR Melesat, Jadi Sinyal Pemulihan Ekonomi Nih!

Realisasi penyaluran KUR pun terus mengalami peningkatan. 


Penyaluran KUR Melesat, Jadi Sinyal Pemulihan Ekonomi Nih!
Pemilik toko tas dan sepatu 'Alvino Collection' saat menata barang di kawasan Mangga Besar, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (9/2/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO  Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) turut mendukung pemulihan ekonomi nasional. Realisasi penyaluran KUR pun terus mengalami peningkatan. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan dari awal tahun hingga 25 Juli 2021 realisasi penyaluran KUR meningkat menjadi sebesar Rp143,14 triliun yang disalurkan kepada 3,87 juta debitur.

“Peningkatan demand KUR yang signifikan disebabkan antara lain karena mulai pulihnya perekonomian dan juga karena suku bunga KUR yang rendah, yaitu hanya 3 persen. Pemerintah juga memberikan tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3 persen,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Senin (26/7/2021).

Airlangga memaparkan realisasi KUR ini mencapai 56,58 persen dari target 2021 yaitu sebesar Rp253 triliun. Sehingga total outstanding KUR sejak Agustus 2015 adalah sebesar Rp283 triliun dengan angka NPL yang relatif rendah sebesar 0,88 persen. 

Penyaluran KUR selama 2021 berdasarkan jenis yaitu KUR Super Mikro sebesar 4,51 persen, KUR Mikro sebesar 60,92 persen, KUR Kecil sebesar 34,55 persen, dan KUR penempatan TKI sebesar 0,02 persen.

Penyaluran KUR pada 2021 telah mendekati pola normal sebelum pra-Covid dengan rata-rata penyaluran sebesar Rp21,84 triliun per bulan. 

Penyaluran KUR terbanyak berada di Pulau Jawa sebesar Rp78,66 triliun, di mana penyaluran KUR tertinggi berada di Provinsi Jawa Tengah dengan total penyaluran sebesar Rp25,5 triliun. 

Kebijakan prioritas KUR untuk 2021 adalah untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan optimalisasi pelaksanaan KUR Super Mikro, pelaksanaan KUR untuk mendukung korporatisasi petani dan nelayan, KUR yang disalurkan kepada kelompok atau klaster dengan skema KUR khusus serta integrasi pembiayaan UMKM lainnya. 

Dukungan akses pembiayaan UMKM lainnya adalah Ultra Mikro (UMi) dan LPDB (Dana Bergulir) yang jika sudah naik kelas akan diarahkan ke KUR.