Ekonomi

Penyaluran Kredit Mandiri Tembus Rp873,73 Triliun Hingga September 2020

Penyaluran Kredit Mandiri Rp873,73 triliun pada akhir September 2020 atau meningkat 3,79 persen yoy


Penyaluran Kredit Mandiri Tembus Rp873,73 Triliun Hingga September 2020
Kantor pusat Bank Mandiri di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (19/7/2018).

AKURAT.CO, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melaporkan penyaluran kredit secara konsolidasi yang meningkat 3,79 persen secara year on year menjadi Rp873,73 triliun pada akhir September 2020. 

Penyaluran kredit produktif perseroan secara bank only tumbuh sebesar 3,88 petsen yoy menjadi Rp616,37 triliun di September 2020, yang terdiri atas kredit modal kerja sebesar Rp314,82 triliun dan kredit investasi sebesar Rp301,55 triliun. 

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan penyaluran kredit itu untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19. 

baca juga:

"Diharapkan penyaluran kredit produktif ini dapat membantu menggerakkan perekonomian di tengah wabah pandemi Covid-19," ujarnya, Senin (26/10/2020).

Sementara itu, untuk penyaluran kredit ke segmen wholesale, masih menjadi motor pembiayaan perseroan dengan komposisi sebesar 65,3 persen atau Rp492,63 triliun. Nilai tersebut tumbuh 9,73 persen dari periode yang sama tahun lalu. Adapun pembiayaan ke sektor usaha mikro, menjadi kontributor lainnya, dengan mencatat pertumbuhan sebesar 13,03 persen secara tahunan menjadi Rp49,07 triliun.

Darmawan menambahkan, saat ini salah satu fokus penyaluran kredit perseroan adalah membantu para pelaku usaha terdampak Covid-19, khususnya pelaku UMKM untuk mengembalikan usaha yang sempat menurun akibat pandemi Covid-19.

“Kami berharap inisiatif ini dapat ikut mengembalikan optimisme dan memulihkan denyut nadi perekonomian Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19,," imbuhnya.

Selain itu, partisipasi lain Bank Mandiri dalam mendukung pemulihan ekonomi Indonesia juga terlihat pada penyaluran kredit dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang mencapai Rp42,6 triliun per 30 September 2020 kepada 132.979 debitur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 132.939 debitur atau 99% diantaranya merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Di samping itu, lanjut Darmawan, Bank Mandiri juga telah merestrukturisasi kredit 406.434 debitur UMKM terdampak pandemi Covid-19 dengan nilai outstanding Rp47,7 triliun per 30 September 2020 untuk mendukung keberlangsungan usaha. Secara keseluruhan, total kredit yang direstrukturisasi sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 mencapai Rp116,4 triliun dari 525.665 debitu.

Atikah Umiyani

https://akurat.co

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first