Lifestyle

Penyakit yang Kerap Hadir di Tengah-Tengah Pengungsian

Penyakit yang Kerap Hadir di Tengah-Tengah Pengungsian
Korban gempa menjalani perawatan di RSUD Sayang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022). Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga pukul 19.34 WIB sebanyak 62 warga menjadi korban meninggal dunia dan 25 orang tercatat masih tertimbun reruntuhan akibat gempa dengan kekuatan 5,6 SR di Kabupaten Cianjur. AKURAT.CO/Endra Prakoso (Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Setelah bencana gempa bumi 5,6 skala magnitudo yang mengguncang Cianjur pada Senin, 21 November 2022. Akibatnya, ratusan orang meninggal dan luka-luka. Lebih dari 7.000 orang harus mengungsi karena banyak bangunan tempat tinggal, sekolah, dan fasilitas umum rusak.

Para korban harus mengungsi di tempat pengungsian di tenda-tenda yang telah disediakan. Tidak dipungkiri bahwa kondisi ini juga bisa membuat para pengungsi terkena berbagai macam gangguan kesehatan.

Penyakit yang Kerap Hadir di Tengah-Tengah Pengungsian - Foto 1
Gempa Cianjur Korban gempa bumi mendapat perawatan di tenda darurat RSUD Cimacan, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022). Pemerintah Kabupaten Cianjur menyatakan hingga pukul 18.17 WIB jumlah korban jiwa akibat gempa bumi sebanyak 56 orang dan korban luka mencapai 700 orang. AKURAT.CO/ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/tom. Antara Foto

Tidur di tempat terbuka, kurangnya makanan dan air bersih memperparah kondisi mereka.

baca juga:

Berbagai macam penyakit pun hadir. Dr. Fionita Beelkis membagi beberapa penyakit yang biasa terjadi di pengungsian pasca bencana yang paling sering:

"Penyakit yang sering terjangkit itu diare, ispa, penyakit kulit, dan juga saat ini masih ada kasus Covid-19 tentu menjadi kekhawatiran karena di pengungsian kan padat pastinya ya," kata Dr. Fionita saat dihubungi Akuratco lewat sambungan telepon, Selasa, 22 November 2022.

Penyakit yang Kerap Hadir di Tengah-Tengah Pengungsian - Foto 2
Gempa Cianjur Korban gempa bumi mendapat perawatan di tenda darurat RSUD Cimacan, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022). Pemerintah Kabupaten Cianjur menyatakan hingga pukul 18.17 WIB jumlah korban jiwa akibat gempa bumi sebanyak 56 orang dan korban luka mencapai 700 orang. AKURAT.CO/ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/tom. Antara Foto

Tim medis dengan cepat datang menolong dan memberikan pertolongannya untuk para korban.

"Untuk penanganan yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang, dimulai dari anamnesa menanyakan apa keluhan yang dialami, melakukan pemeriksaan fisik seluruhnya dan tentunya tanda vital seperti pengukuran tekanan darah, nadi, pernafasan dan suhu," katanya.

"Apabila ada luka akibat dari bencana maka bisa dinilai seberapa parah luka itu, apakah butuh penanganan lebih lanjut, hal pertama yang dilakukan yaitu melakukan membersihkan luka," sambungnya.

Dr. Fionita mengatakan bahwa para korban bencana tersebut harus mendapat asupan makanan bergisi agar dapat memulihkan kondisi tubuh.

"Asupan yang baik adalah tentu mengkonsumsi makanan yang sehat, bersih dan bergizi,".[]