Lifestyle

Penyakit Mental Bukan Tren, Marshanda Ungkap Tanda Kamu Harus Mencari Bantuan Profesional

Bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan fase maniak dan depresi. Marshanda berpesan agar tidak sembarangan mendiagnosis gangguan mental


Penyakit Mental Bukan Tren, Marshanda Ungkap Tanda Kamu Harus Mencari Bantuan Profesional
Ilustrasi - Pesan Marshanda terkait masalah kesehatan mental bipolar (instagram/marshanda99)

AKURAT.CO Sejak video marah-marahnya viral beberapa tahun lalu, Marshanda tak lagi malu membagikan masalah kesehatan mental, bipolar, yang dialaminya. Bahkan Marshanda juga sempat berbagi pengalamannya menjalani terapi bipolar di Amerika Serikat. 

Belum lama ini, Marshanda kembali hadir dan bercerita di media sosial tentang bipolar. Kali ini, mantan istri Ben Kasyafani itu berpesan bahwa penyakit bipolar bukanlah sebuah tren. Oleh sebab itu, Marshanda meminta agar tidak sembarangan mengaku memiliki masalah kesehatan mental.

"Gue bikin video gini mau ngasih tahu bahwa, buat kalian atau adik kalian yang melakukan diagnosa diri sendiri dan merasa kayaknya gue gaul deh kalau bilang ke orang-orang gue punya penyakit bipolar, gue depresi klinis," kata Marshanda dikutip AKURAT.CO dari akun TikTok pribadinya, Kamis (12/5/2022). 

baca juga:

"Gue kasih tahu yah, penyakit mental itu bukan tren. Jangan yakin kamu bipolar apa pun itu, penyakit mental dll, hanya dengan mencari dari Google. Itu bukan cara yang tepat untuk mendiagnosa," sambungnya lagi. 

@marshastardust BIPOLAR IS NOT A TREND!!! #mentalissues #marshedthought #marshanda original sound - Marshanda

Melansir Cleveland Clinic, bipolar adalah gangguan suasana hati seumur hidup dan kondisi kesehatan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati, tingkat energi, pola pikir, dan perilaku yang intens. Masalah kesehatan mental ini ditandai dengan fase manik dan depresi.  Adapun manik merupakan  perasaan euforia, lekas marah, atau penuh energi. Sementara gejala depresi termasuk perasaan sedih, rendah, atau tidak berharga. Jika mengalami gejala depresi seperti kelelahan, pikiran untuk bunuh diri, dan perasaan sedih yang luar biasa ditambah dengan periode energi tinggi, impulsif, dan pikiran balap, kamu mungkin menderita gangguan bipolar.

Namun, satu-satunya orang yang berhak untuk mendiagnosis terkait kesehatan mental seseorang adalah psikolog atau psikiater. 

"Yang mendiagnosa kita adalah psikiater, yang tahu data kita lengkap dari lahir hingga sekarang. Jadi mendiagnosa pun butuh tanggung jawab yang besar. Sebagai pasien kita bertanggung jawab menjelasin apa riwayat kita," ujarnya. 

Apabila kamu menduga mengalami bipolar atau masalah kesehatan mental lainnya, serta memiliki gejala secara umum, segera cari bantuan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan diagnosa dan perawatan yang tepat. Jangan pernah menunda apalagi jika kamu sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri. 

"Ketika lo sudah menyakiti diri sendiri, atau menyakiti orang lain, especially fisik, secara fisik. Kalau sudah sampai ke situ, you need help. Segera dapatkan bantuan professional," tegas Marshanda dalam video lainnya.[]