Lifestyle

Penuh Makna dan Sakral, Ini Rangkaian Prosesi Pernikahan Adat Palembang

Masyarakat Palembang, Sumatera Selatan memiliki adat pernikahan yang unik, sakral dan penuh makna


Penuh Makna dan Sakral, Ini Rangkaian Prosesi Pernikahan Adat Palembang
Prosesi pernikahan adat Palembang (thebridedept.com)

AKURAT.CO Masyarakat Palembang, Sumatera Selatan memiliki adat pernikahan yang unik, sakral dan penuh makna. Meskipun cenderung lebih rumit dan panjang, pernikahan adat masih banyak dipilih masyarakat Palembang.

Layaknya pernikahan adat, segala proses akan melibatkan keluarga besar, dan dipersiapkan jauh sebelum hari H. Jika kamu ingin tahu, berikut Akurat.co uraikan prosesi adat pernikahan Sumatera Selatan, Senin (13/9/2021): 

Madik

Madik artinya mendekati atau pendekatan. Ini adalah tahap dimana utusan pihak laki-laki akan mencari tahu tentang sang perempuan. Mulai dari silsilah keluarga, asal-usul, sekaligus mencari tahu apakah sang perempuan sudah punya kekasih atau belum.

Menyengguk

Apabila madik sudah selesai dan semua hal tentang sang perempuan sesuai, maka dilanjutkan dengan menyengguk (pagar). Keluarga laki-laki mengirimkan utusan ke rumah sang perempuan, menyampaikan niat untuk meminang sang perempuan sambil membawa anyaman bambu berbentuk bulat atau persegi empat yang dibungkus dengan kain batik bersulam benang emas, disebut tenong atau sangkek. Isi tenong biasanya berupa bahan-bahan dapur seperti telur, terigu, mentega. Umumnya isi tenong akan disesuaikan dengan keadaan keluarga sang perempuan. Tenong diberikan sebagai tanda keseriusan calon pengantin laki-laki, dan agar sang perempuan tidak diganggu oleh orang lain.

Berasan

Pada acara berasan kedua belah pihak keluarga besar calon mempelai akan musyawarah tentang persyaratan pernikahan, baik secara agama maupun adat, serta prosesi lainnya. Setiap adat pernikahan memiliki syarat yang berbeda-beda pula. Misalnya, Adat Tebas semua persyaratan dikompensasikan dalam bentuk uang. Sementara Adat Berangkat Tigo Turun, misalnya, pada seturun pertama berisi selendang songket lepus, baju kurung songket tabor, kain songket pulir, lalu pada seturun kedua harus ada kain songket cukitan juga baju kurung angkinan, dan lain lain.

Mutuske kato