Olahraga

Penuh Keharuan, Federer Akhirnya Ucapkan Selamat Tinggal untuk Tenis

Penuh Keharuan, Federer Akhirnya Ucapkan Selamat Tinggal untuk Tenis
Petenis asal Swiss, Roger Federer, dalam seremoni perpisahannya dari dunia tenis di Piala Laver 2022, O2 Arena, London, Jumat (23/9). (TWITTER/Piala laver)

AKURAT.CO, Legenda tenis asal Swiss, Roger Federer, akhirnya mengucapkan selamat tinggal terhadap karier tenis profesionalnya. Tak kuasa menahan air mata, Federer juga berterimakasih terhadap istrinya, Mirka, yang disebutnya telah mengizinkannya bermain sampai usianya 41 di tahun ini.

“Dia (Mirka) bisa saja menyuruh saya berhenti sejak lama, lama sekali, tetapi dia tidak melakukannya. Dia tetap membiarkan saya bergerak dan mengizinkan saya bermain. Itu luar biasa. Terimakasih,” kata Federer sebagaimana dipetik dari The Guardian.

Ucapan perpisahan tersebut disampaikan Federer selepas pertandingan nomor ganda di Piala Laver 2022, London, Inggris, Jumat (24/9). Berpasangan dengan rival terbesarnya, Rafael Nadal, Federer kalah lewat pertarungan tiga set menghadapi duet asal Amerika Serikat, Jack Sock/Frances Tiafoe.

baca juga:

Bertanding sebagai “pasangan super”, Federer/Nadal tampil di hadapan lebih dari 17 ribu penonton yang mengisi O2 Arena di London. Mewakili Tim Eropa menghadapi Sock/Tiafoe dari Tim Dunia, Federer/Nadal kalah dengan skor 6-4, 6-7, dan 9-11.

Hadir dalam pertandingan itu sejawat Federer yang merupakan salah satu dari The Big Three bersama Nadal, Novak Djokovic. Sama-sama tergabung di Tim Eropa, Djokovic sempat mengabadikan momen interaksi Federer dan Nadal melalui telepon genggamnya pada pertukaran lapangan pertama.

Sebuah video perpisahan berisi ucapan dari beberapa tokoh untuk Federer juga ditayangkan di layar besar arena. Beberapa yang tampil adalah Nadal dan ibunda Federer, Lynette.

Ekspresi kesedihan juga tampak dari wajah Rafa Nadal. Petenis asal Spanyol tersebut tampak menahan tangis ketika Federer duduk di sampingnya setelah pidato perpisahan sang rival.

Adapun Federer bermain di Piala Laver sebagai pertandingan pertama dalam 14 bulan terakhir. Jeda selama itu diakibatkan cedera lutut dan situasi itu membuatnya hanya bisa tampil di nomor ganda bersama Nadal.

Memulai pertandingan profesional pertama di level junior pada 1998, Nadal telah mengumpulkan 20 gelar grand slam dengan masa dominan di dekade 2000-an . Ia juga menduduki posisi ranking satu dunia selama 310 pekan dengan rekor 237 pekan beruntun.[]