Ekonomi

Pentingnya Wirausaha Muda Pecut Bisnis di Sektor Pertanian dan Perikanan Kala Pandemi

Pandemi Covid-19 yang mewabah di Indonesia dan beberapa negara lain tentunya berdampak pada beberapa sektor


Pentingnya Wirausaha Muda Pecut Bisnis di Sektor Pertanian dan Perikanan Kala Pandemi
Petani menggarap sektor pertanian (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Pandemi Covid-19 yang mewabah di Indonesia dan beberapa negara lain tentunya berdampak pada beberapa sektor. Oleh karena itu, memastikan adanya ketahanan pangan yang kuat menjadi penting untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang semakin meningkat. 

Disisi lain potensi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan masih besar untuk dioptimalkan dengan bersama-sama saling berkolaborasi antar pelaku bisnis dari hulu ke hilir. Diplomat Success Challenge (DSC) 12, kompetisi wirausaha yang digelar oleh Wismilak Foundation, menghadirkan webinar bersama MarkPlus Institute dengan tajuk “Building Impactful Business in Farming & Fisheries Sector”. 

Founder & CEO Ternakesia, Dalu Nuzlul Kirom, Co-founder & CSO Aruna Utari Octaviany, dan Founder & CEO Sirtanio Organik Ahmed Tessario membagikan wawasan untuk membangun bisnis yang berdampak sosial di sektor peternakan, perikanan dan pertanian.

Ketiganya sepakat bahwa beberapa komponen penting penunjang kelangsungan hidup suatu bangsa salah satunya terletak pada ketahanan pangan. Sehingga untuk memenuhi ketahanan pangan, diperlukan potensi sumber daya manusia yang optimal dalam memaksimalkan potensi sektor tersebut. 

Namun, banyak generasi muda yang tidak tertarik pada dunia pertanian, peternakan dan perikanan. Inilah yang menjadi permasalahan krusial, dimana kebutuhan permintaan pangan selalu naik tapi tidak dibarengi dengan peningkatan jumlah dan kualitas produsen, khususnya dari generasi muda.

Permasalahan krusial inilah yang kemudian memantik Utari Octavianty bersama kedua rekannya, Indraka Fadhlilah dan Farid Naufal Aslam mendirikan bisnis rintisan melalui misi sociopreneur, Aruna.

"(Aruna) sebuah bisnis rintisan bidang perikanan dalam merevolusi ekosistem perdagangan hasil laut dengan teknologi. Dengan platform Aruna, supply chain dapat lebih ringkas karena transaksi pembelian ikan terjadi secara langsung antara nelayan atau pembudidaya ikan dengan konsumen, tanpa melalui jalur tengkulak. Nelayan mendapatkan harga jual yang layak, konsumen pun mendapatkan kebutuhan ikan dengan harga yang masuk akal," jelasnya dalam keterangan resminya, Jumat (30/9/2021). 

Utari mengakui fakta bahwa sebagian besar nelayan tidak begitu memahami perkembangan teknologi fitur pada smartphone menjadi tantangan Aruna saat mensosialisasikan teknologi baru yang ditawarkan aplikasi ke kelompok nelayan.

"Disinilah peran wirausaha muda dalam turut berkontribusi mengedukasi sebagian besar kelompok nelayan dalam adaptasi transformasi teknologi. Aruna pun membawa pilot project yang telah berhasil dilakukan pada kelompok nelayan tempat asal Utari dibesarkan, sebagai bukti konkrit adaptasi transformasi teknologi ini pun berdaya guna bagi dan mudah digunakan oleh nelayan. Selain itu, Aruna pun membentuk local heroes yang membantu nelayan setempat untuk memantau dan mengoperasikan Aruna," paparnya.