Tech

Pentingnya Storytelling untuk Personal Branding di Media Sosial

Pentingnya Storytelling untuk Personal Branding di Media Sosial
Ilustrasi menggunakan media sosial. (pixabay.com/erik_lucatero)

AKURAT.CO Personal branding melalui media sosial tidak hanya dilakukan untuk menaikkan citra penggunanya. Sekarang banyak individu melakukan storytelling untuk branding produk dagangannya.

"Kita harus punya proporsi nilai unik. Keunikan kita di mana. Misal di antara seragam putih, kita pakai warna kuning, hitam, atau merah. Ini akan memiliki unique selling point," kata Pemeriksa Fakta MAFINDO, Eko Widianto, saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kota Mojokerto, Jawa Timur, pada Kamis (15/9/2022).

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial.

baca juga:

Cerita, menurut Eko, merupakan medium paling efektif untuk menyampaikan karakter produk (brand personality). Pelanggan atau potensial pelanggan ingin punya pengalaman dengan karakter produk. Sehingga, individu bisa menjelaskan secara detail produk yang dijual, keunggulan apa yang membedakan dengan produk lain.

Kemudian, individu juga dapat menceritakan nilai lain dalam bisnis yang dibangun. Misalnya, sebagian keuntungan penjualan didonasikan untuk anak yatim.

"Itu bisa kita kemas dalam storytelling. Bukan hanya kata-kata, tapi kita tunjukan melalui foto dan video. Ini tidak bisa dilakukan dalam sekejap. Harus konsisten. Mulai perlahan-lahan," kata Eko.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital.

Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kota Mojokerto, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi.

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Pemeriksa Fakta MAFINDO, Eko Widianto. Kemudian Program Manager Njombangan dan Dosen UNWAHA, Purbowo, S.Agr., M.P, serta mengundang Relawan Mafindo Surabaya Raya, Diana Aziz.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi