Lifestyle

Pentingnya Peran Orang Tua dalam Melindungi Anak dari Bahaya Dengue

Dengue adalah  infeksi virus dengue menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk spesies Aedes (Aedes aegypti atau Aedes albopictus) yang terinfeksi


Pentingnya Peran Orang Tua dalam Melindungi Anak dari Bahaya Dengue
Dengue adalah  infeksi virus dengue menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk spesies Aedes (Aedes aegypti atau Aedes albopictus) yang terinfeksi (Freepik/karlyukav)

AKURAT.CO  Dengue adalah  infeksi virus yang disebarkan oleh nyamuk yang umumnya terjadi di daerah tropis dan subtropis di dunia.

Virus dengue menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk spesies Aedes (Aedes aegypti atau Aedes albopictus) yang terinfeksi.

Setiap orang berisiko terjangkit dengue, tidak terbatas pada umur, jenis kelamin, tempat tinggal, maupun gaya hidup.

baca juga:

Melansir data dari Kementerian Kesehatan RI, jumlah kasus dengue dapat ditemukan pada seluruh kelompok usia, di mana pada rentang usia lima sampai 14 tahun dan 15 sampai 44 tahun, masing-masing sebanyak 36,10 persen dan 38,01 persen.

Sedangkan jumlah kasus kematian akibat dengue paling banyak adalah pada kelompok usia lima sampai 14 tahun, yaitu sebanyak 40,58 persen. 

Oleh karena itu, seluruh anggota keluarga memiliki risiko yang sama terjangkit dengue.

Sebagai orang tua, Ayah dan Bunda pun harus melakukan tindakan pencegahan agar anak terhindar dari dengue. 

"Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam meminimalisir jumlah kasus dengue. Para orang tua diharapkan mewaspadai adanya individu yang terjangkit dengue di lingkungan rumah, sekolah, tempat penitipan anak, maupun tempat bermain anak," kata Dr. Dr. Anggraini Alam, Sp.A(K), dikutip AKURAT.CO, Minggu (24/7/2022). 

Jika anak demam, pastikan dia minum banyak air putih dan beristirahat dengan baik.

Selain itu, Bunda dan Ayah juga harus segera membawa anak ke fasilitas layanan kesehatan untuk memastikan apakah ia terinfeksi oleh virus dengue.

Apabila anak terinfeksi virus dengue, upayakan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter setiap hari. 

"Waspadalah jika anak memasuki fase penurunan demam yaitu di hari ketiga sampai tujuh sakit," pesannya. 

Pada fase ini, anak mungkin menunjukkan tanda bahaya seperti muntah-muntah, nyeri perut hebat, perdarahan hidung atau tempat lain, tangan teraba lembab/anyep, gelisah, kejang, atau sulit dibangunkan.

Kondisi anak bisa semakin parah menjadi severe dengue yang dapat menyebabkan syok, pendarahan internal, dan bahkan kematian.

"Apabila ditemukan tanda bahaya, segaralah membawa anak ke rumah sakit atau puskesmas dengan tempat perawatan karena kondisi dapat berlanjut menjadi berat (severe dengue) yang mengancam kehidupan, akibat terjadinya kebocoran plasma hebat, perdarahan berat dan kerusakan organ," tegas Dr. Anggraini.[]