Lifestyle

Mom, Pentingnya Penuhi Gizi Anak Demi Dukung Aktivitas Hariannya

Tantangan dalam pemenuhan gizi anak usia 5-12 tahun adalah kurangnya asupan nutrisi untuk mendukung aktivitas hariannya seperti belajar dan olahraga


Mom, Pentingnya Penuhi Gizi Anak Demi Dukung Aktivitas Hariannya
Pemenuhan gizi anak (SHUTTERSTOCK)

AKURAT.CO  Pandemi Covid-19 memang memiliki tantangan tersendiri untuk anak. Selain kurang gerak, pemenuhan gizi seimbang pada anak juga menjadi hal yang menjadi perhatian para ahli.

Sports Nutritionist, Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes menyebutkan masalah ini sebenarnya sudah ada sebelum pandemi, namun diprediksi semakin meningkat di tengah penyebaran virus corona ini. 

"Jelaskan bahwa tantangan yang kita hadapi dalam rangka pemenuhan kebutuhan gizi pada anak-anak usia sekolah itu, ya, tantangannya sudah mulai ada sebelum pandemi dan ketika pandemi ini diprediksi tantangan ini semakin tinggi," kata kata Rita Ramayulis dalam peluncuran virtual "MILO Activ Academy" pada Rabu (28/7/2021). 

Terkait pemenuhan gizi seimbang, tantangan yang dihadapi anak Indonesia, khususnya usia lima hingga 12 tahun, adalah kurangnya asupan nutrisi yang tepat untuk mendukung aktivitas hariannya seperti belajar dan olahraga. 

"Energi dan zat gizi lainnya sangat diperlukan untuk anak-anak untuk mendukung aktivitas belajar dan olahraga," ujar Rita. 

Lebih lanjut Rita pun membeberkan sejumlah tantangan yang dihadapi dalam pemenuhan gizi seimbang anak, dilansir dari berbagai sumber:

  • 26,1 persen tidak sarapan atau sarapan dengan air putih
  • 68,6 persen dari jumlah yang sarapan belum mengonsumsi makanan sesuai yang dianjurkan gizi seimbang
  • 26,5 persen kekurangan kadar hemoglobin
  • 23,83 persen Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) belum memenuhi syarat
  • 53,3 persen kurang melakukan aktivitas fisik
  • 53,1 persen anak usia diatas 10 tahun mengonsumsi gula berlebih.

Rita pun menganjurkan Mom untuk memberikan asupan yang kaya dengan karbohidrat komplek, sebagai sumber energi untuk otak dan otak anak. 

"Untuk energi, sumber terbesarnya itu adalah dari karbohidrat. Karena memang karbohidrat sumber energi utama untuk otak berpikir," ujarnya. 

"Karbohidrat komplek mampu dicerna lebih lama sehingga memberikan rasa kenyang, diserap bertahap sehingga memberi energi maksimal dan berkesinambungan. Karbohidrat komplek juga mengandung serat, prebiotik, serta vitamin dan mineral untuk membantu proses metabolisme tubuh," kata Rita.