Tech

Pentingnya Pembangunan Infrastruktur dan SDM dalam Mendorong Transformasi Digital

Pentingnya Pembangunan Infrastruktur dan SDM dalam Mendorong Transformasi Digital
Ilustrasi transformasi digital dunia usaha (Dok. Kemenparekraf)

AKURAT.CO Digitalisasi yang tumbuh pesat pada masa pandemi Covid-19 dinilai menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi nasional. Ekonomi digital diperkirakan pasarnya meningkat menjadi sekitar US$ 144 miliar pada 2025

"Hampir seluruh negara, termasuk Indonesia, menggunakan digitalisasi sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi dan menggunakan digitalisasi sebagai tempat untuk penciptaan lapangan pekerjaan," tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, kemarin.

Membaca peluang ekonomi digital di tanah air, lanjutnya, pemerintah terus membangun infrastruktur pendukung digitalisasi melalui kerja sama dengan pemerintah luar negeri untuk menerapkan teknologi Low Earth Orbit Satelite (LEO) agar Indonesia dapat terkoneksi dengan negara lain.

baca juga:

"Transformasi digital terus didorong pemerintah dengan mempersiapkan infrastrukturnya, antara lain fiber optik, jaringan 4G menjadi 5G, dan juga sedang disiapkan satelit yang tidak terlalu tinggi atau LEO. LEO Ini sudah diuji coba di Kalimantan Timur. Dengan satelit ini, kalau seluruhnya bisa terpasang, maka seluruh pulau di Indonesia terkoneksi," tambah Airlangga.

Selain penyiapan infrastruktur, kata dia, SDM yang memiliki kemampuan di bidang digital merupakan hal yang sangat penting sehingga pemerintah meluncurkan Program Kartu Prakerja pada April 2020 ketika pandemi Covid-19 yang merupakan program semibansos dengan unsur pendidikan secara online di dalamnya.

Program government to people pertama tersebut telah diapresiasi lembaga-lembaga dunia dan akan direplikasi untuk membantu negara-negara berkembang lain. Program Kartu Prakerja ini sudah dilakukan dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

"Ini menunjukkan bahwa readiness masyarakat Indonesia di sektor digital sudah siap," ujar Menko Airlangga. Saat ini, Indonesia menjadi pemilik start-up terbanyak di Asean, di mana mayoritas perusahaan rintisan tersebut didirikan oleh generasi muda.

"Oleh karena itu, ini momentum emas. Jangan sia-siakan momentum ini. Saya apresiasi pertemuan ini yang menjadi tempat para generasi muda untuk berkumpul, mendapatkan info, melakukan networking, mendengarkan dari narasumber berpengalaman," pungkasnya.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi