Ekonomi

Pentingnya Membuat Laporan Keuangan dan Aplikasi Keuangan untuk Pelaku UMKM

Sering dipandang sebelah mata, simak penjelasan berikut mengenai pentingnya membuat Laporan Keuangan dan Aplikasi Keuangan untuk pelaku UMKM


Pentingnya Membuat Laporan Keuangan dan Aplikasi Keuangan untuk Pelaku UMKM

AKURAT.CO Sering dipandang sebelah mata, kata siapa Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tak bisa menghasilkan pendapatan besar. Bahkan, UMKM sangat berperan terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia. Para pebisnis UMKM juga jangan lupa untuk rutin membuat laporan keuangan UMKM agar masa depan bisnis berjalan dengan lancar.

Tidak hanya dari memiliki kreativitas hingga keahlian yang mumpuni dalam membangun bisnis, kamu juga harus pandai dalam mengelola laporan keuangan bisnisnya.

Selain itu juga akan dijelaskan pentingnya penggunaan aplikasi keuangan dalam membuat laporan keuangan agar lebih mudah dan praktis, serta jayuh lebih akurat.

baca juga:

Sebelum membahas pentingnya aplikasi keuangan dalam membuat laporan keuangan, tidak hanya untuk perusahaan besar, laporan keuangan pada sebuah bisnis bisa menjadi sebuah informasi yang menggambarkan kondisi keuangan. Laporan keuangan juga bisa dijadikan sebagai gambaran kinerja keuangan usaha pada bisnis tersebut.

Tanpa laporan keuangan UMKM, pemilik bisnis tidak bisa mengetahui dan memperoleh informasi terkait posisi keuangan dan hasil-hasil kinerja yang dicapai sebuah bisnis.

Siapa yang bertanggung jawab atas laporan keuangan UMKM? Karena akan berkecimpung dengan keuangan, maka divisi keuangan yang biasanya memiliki peran penting dalam menentukan arah perencanaan bisnis, termasuk membuat laporan keuangan UMKM.

Apa saja tujuan dan manfaat membuat laporan keuangan UMKM, format laporan, hingga strategi penyusunan laporannya?

Tujuan Laporan Keuangan UMKM

Laporan keuangan bisa menjadi hal yang sangat penting karena memiliki tujuan untuk memberikan informasi kepada pihak lain tentang kondisi sebuah bisnis berupa angka-angka dalam satuan moneter.

Secara umum laporan keuangan memiliki tujuan:

  • Sebagai sarana informasi
  • Menunjukkan pemahaman
  • Membuat prediksi
  • Mendiagnosis
  • Sebagai alat evaluasi.

Manfaat Laporan Keuangan

Bagaimana dengan manfaatnya? Laporan keuangan bagi para pemilik bisnis sangat bermanfaat sebagai alat ukur dan analisa, apakah sebuah bisnis sedang dalam kondisi yang baik atau tidak?

  1. Sebagai Bahan Evaluasi Usaha

Usaha yang baik adalah usaha yang dapat menentukan arah jalan ataupun memiliki strategi dalam menghadapi persaingan. Dalam hal ini, laporan keuangan memegang peran yang sangat penting. Mengapa? dengan laporan keuangan, pelaku usaha akan tahu permasalahan yang terjadi di dalam usahanya, sehingga pelaku usahapun dapat dengan cepat menentukan solusi dari masalah tersebut. Atas dasar ini lah mengapa laporan keuangan harus secara terus menerus di evaluasi.

Apabila seorang pelaku usaha dapat mengevaluasi laporan keuangan secara maksimal dan juga tepat waktu, maka pelaku usaha dapat merasa cukup tenang dan juga terhindar dari masalah yang akan datang.

  1. Mengetahui Kondisi Usaha

Laporan keuangan usaha berisikan komponen-komponen penting seperti transaksi penjualan, pembelian, kredit ataupun biaya operasional. Dari informasi-informasi ini, Anda dapat mengetahui secara cepat bagaiman kondisi usaha Anda saat ini. Apabila Anda masih tidak membuat laporan keuangan, melakukan pencatatan secara manual, atau membuat laporan keuangan sederhana yang ala kadarnya, Anda akan kesulitan untuk mengetahui kondisi usaha Anda. Akibatnya, akan banyak hal yang tidak diinginkan akan terjadi di masa depan, yang dimana Anda belum sempat mempersiapkan solusinya.

  1. Bahan Pertanggungjawaban Perusahaan

Segala kegiatan usaha yang Anda lakukan tentunya harus dapat di pertanggungjawabkan. Baik kepada investor, pemerintah ataupun kepada instansi-instansi lainnya seperti perpajakan. Dengan Anda memiliki laporan keuangan yang cukup mendetail, maka usaha anda akan terlihat lebih kredibel dan mendapatkan dukungan dari instansi atau yang bersangkutan.

  1. Mendapatkan Modal Usaha

Memiliki laporan keuangan yang mendetail dan juga lengkap merupakan salah satu persyaratan sebuah usaha kecil (UKM) dapat mendapatkan modal usaha. Bagaimana tidak? bayangkan jika ada seseorang yang ingin meminjam uang kepada Anda, namun Anda tidak tahu kapan seseorang itu dapat membayar kembali pinjamannya, kemampuannya, ataupun apakah Anda akan merugi dari pinjaman tersebut atau tidak. Pastinya, jika hal-hal tersebut terjadi akan sangat beresiko bagi pemberi modal untuk memberikan modal usahanya. Maka dari itu untuk mengatasi hal ini, memiliki laporan keuangan yang mendetail adalah solusinya.

Karakteristik Laporan Keuangan

Laporan keuangan UMKM memiliki karakteristik, diantaranya:

  • Informasi atau data harus bermanfaat dan dipahami.
  • Hasil analisa harus relevan dengan pengambilan keputusan.
  • Informasi dan data yang disajikan harus dapat dipercaya.
  • Informasi yang didapatkan harus memiliki sifat daya banding.

Komponen Laporan Keuangan

Selain karakteristik, komponen berikut juga penting dalam menyusun laporan keuangan UMKM. Adapun komponen yang wajib ada dalam laporan keuangan, harus menyajikan informasi yang mencakup:

  • Identitas lengkap UMKM
  • Cakupan laporan keuangan, bisa satu unit bisnis atau beberapa unit bisnis.
  • Mencantumkan tanggal atau periode pelaporan.
  • Menggunakan mata uang pelaporan dalam Rupiah.

Format Laporan Keuangan UMKM

Sama seperti perusahaan besar, bisnis UMKM juga bisa menerapkan format laporan keuangan, berikut ini untuk laporan yang lebih rinci dan jelas.

  1. Laporan Laba Rugi

Di dalam laporan keuangan UMKM, terdapat beberapa laporan keuangan yang pertama ada laporan laba/rugi. Laporan ini berisi selisih modal yang dikeluarkan perusahaan serta pendapatan yang masuk.

Di dalam laporan laba rugi, juga memiliki 3 syarat penyajian laporan, yakni:

  • Menyajikan seluruh unsur dana (pendapatan atau pengeluaran)
  • Bentuk umum laporannya adalah staffel (disusun dari atas ke bawah)
  • Pendapatan utama perusahaan wajib dipisahkan penulisannya dengan pendapatan dari sektor lain atau sektor luar biasa.

Untuk bentuk penyajiannya sendiri terdapat dua jenis, yakni:

  • Single Step: Laporan yang menyajikan seluruh pendapatan dan pengeluaran, yang dikelompokkan dan dijumlahkan.
  • Multiple Step: Laporan yang semua perhitungan dilakukan secara bertahap, untuk mendapatkan jumlah laba rugi.
  1. Laporan Neraca

Selanjutnya ada laporan neraca, di mana laporan ini menyajikan data tentang posisi keuangan perusahaan atau bisnis secara keseluruhan dalam satu periode. Di dalam laporan neraca, terdapat tiga komponen penting yang harus ada di dalamnya yakni:

  • Aset/aktiva
  • Liabilitas
  • Ekuitas/modal

Laporan neraca juga memiliki dua bentuk penulisan yakni laporan neraca staffel dan scontro.

  1. Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal merupakan laporan yang dibuat atau digunakan ketika perusahaan memiliki masalah atau mengalami kerugian sehingga jumlah modal akan menyusut secara otomatis. Komponen-komponen ini wajib tercantum di laporan perubahan modal:

  • Modal di awal periode
  • Pengambilan dana di tengah periode
  • Laba atau rugi dalam sebuah periode
  1. Laporan Arus Kas

Berikutnya ada laporan arus kas yang memuat seluruh transaksi tanpa melakukan perhitungan untuk mengetahui laba atau rugi. Arus kas sendiri terbagi menjadi 3 kelompok besar.

  • Arus kas yang bersumber dari aktivitas investasi.
  • Arus kas yang bersumber dari aktivitas belanja.
  • Arus kas yang bersumber dari aktivitas usaha.
  1. Laporan Perubahan Posisi Keuangan

Format laporan yang terakhir, ada laporan perubahan posisi keuangan. Adapun laporan ini berisi 2 bagian, yaitu:

  • Sumber dana
  • Penggunaan dana

Sementara, jika dilihat dari proses penyusunannya, laporan posisi keuangan berlandaskan pada:

  • Perubahan kas
  • Perubahan modal

Manfaat laporan perubahan posisi keuangan bagi sebuah bisnis ada 2. Yang pertama, untuk merangkum seluruh investasi, belanja dan keuntungan yang dihasilkan.

Manfaat yang kedua, bisa digunakan sebagai pelengkap pertanggungjawaban sebuah bisnis terhadap perubahan data keuangan dalam satu periode.

Strategi Membuat Laporan Keuangan

Proses pertama dalam membuat laporan keuangan adalah pencatatan bukti-bukti sah. Adapun, bukti-bukti yang dikumpulkan akan menjadi data pembukuan yang akan digunakan untuk pencatatan ke dalam buku harian (jurnal) dan buku pembantu.

Nah, setelah berada di akhir periode pelaporan maka bisa dilakukan penyusunan jurnal penyesuaian dan pembuatan jurnal penutupan.

Selanjutnya, barulah dilakukan penyusunan neraca saldo yang disesuaikan penyusunan neraca, laporan arus kas, perhitungan realisasi laporan laba rugi, hingga pembuatan laporan perubahan modal.

Agar memudahkan, berikut urutan siklus akuntansi mulai dari langkah pencatatan, pengikhtisaran, dan penyusunan laporan keuangan:

Tahap Pencatatan

  1. Pembuatan dan pengumpulan bukti-bukti transaksi.
  2. Pencatatan bukti transaksi ke dalam jurnal dan menggolongkan menurut nomor kode akun.
  3. Pemindahan dari jurnal ke buku besar.

Tahap Pengikhtisaran

  1. Pembuatan neraca saldo dari akun buku besar.
  2. Pembuatan neraca lajur dan melakukan jurnal penyesuaian.
  3. Pembuatan jurnal penutup.
  4. Penyusunan neraca saldo yang disesuaikan.

Tahap Penyusunan Laporan Keuangan

  1. Penyusunan laporan operasional.
  2. Penyusunan neraca.
  3. Penyusunan laporan arus kas.
  4. Penyusunan laporan perubahan ekuitas.
  5. Penyusunan catatan atas laporan keuangan.

Semua cara penyusunan laporan keuangan ini, atau bisa disebut pedoman teknis pelaksanaan tahap-tahap pelaporan biasanya sudah diatur dalam standar operasional prosedur yang dituangkan dalam peraturan manajemen.

Pasalnya, informasi serta data-data hingga seluruh transaksi yang terkait dengan aset, kewajiban, dan ekuitas, harus didukung oleh bukti transaksi yang dicatat ke dalam jurnal dan buku besar.

Jadi, seberapa besar bisnismu meski berbentuk UMKM pembuatan laporan keuangan sangat penting dilakukan. Bukan hanya digunakan sebagai laporan untuk manajemen dan pihak luar yang terlibat, tapi juga sebagai alat kontrol dari kondisi bisnismu saat ini bahkan untuk masa depan.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi