Ekonomi

Airlangga: Pentingnya Implementasi Kebijakan dalam Transformasi Ekonomi

Airlangga: Pentingnya Implementasi Kebijakan dalam Transformasi Ekonomi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Dok. Humas Kemenko Perekonomian)

AKURAT.CO Upaya pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi yang signifikan pada berbagai sektor terus gencar dilakukan pemerintah melalui banyak kebijakan.

Salah satu wujud implementasi kebijakan tersebut ditunjukkan dengan dilakukannya re-desain transformasi ekonomi yang didukung dengan akselerasi pembangunan guna mendorong peningkatan trajektori pertumbuhan yang lebih tinggi pasca pandemi.

Melihat hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerangkan bahwa salah satu strategi yang ditempuh pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi tersebut yakni reformasi struktural melalui Undang-Undang Cipta Kerja guna meningkatkan produktivitas melalui pemberian kemudahan berusaha.

baca juga:

“Pemerintah juga bertekad untuk menjalankan hilirisasi sebagai salah satu agenda yang bersinergi dalam mendukung pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Upaya ini telah memberikan dampak yang luas bagi perekonomian nasional, seperti peningkatan devisa dari investasi dan ekspor serta penambahan jumlah serapan tenaga kerja. Hilirisasi akan menjadi kunci utama dalam meningkatkan nilai tambah komoditas Indonesia sehingga mendorong peningkatan daya saing di pasar global,” jelas Airlangga, Selasa (22/11/2022).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa pemerintah turut melakukan pengurangan ketergantungan impor pada beberapa komoditas melalui program subtitusi impor 35 persen.

Program subtitusi impor tersebut dilaksanakan melalui program Making Indonesia 4.0 yang berfokus pada lima sektor utama yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, kimia, serta dua sektor industri yang ditambahkan sejak terjadinya pandemi yakni alat kesehatan dan farmasi.  

“Saat ini telah muncul juga gelombang teknologi baru seperti jaringan 5G, internet of things, blockchain, artificial intelligence, dan cloud computing yang baik untuk kita kuasai dan manfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital. Hal ini dapat tercapai melalui pembangunan yang merata dan inklusif, penciptaan SDM unggul, penciptaan ekonomi maju dan berkelanjutan serta negara yang yang demokratis kuat dan bersih,” ungkap Menko Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pemenang Call for Submission seperti perwakilan SDG Center Universitas Hassanudin, Direktur PT Bali Coklat, Direktur Utama Kawasan Indutri Terpadu (KIT) Batang, dan Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Timur turut menyampaikan rekomendasi kebijakan bagi Pemerintah terkait pembangunan industri.

Rekomendasi tersebut mulai dari pemberian pendampingan mikro hingga makro bagi SDM yang terlibat dalam pengembangan produk, pemetaan akses pasar bagi mitra usaha, upaya deteksi dini terkait program kolaborasi antara tenaga kerja dan teknologi yang berkembang, hingga hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah bahan baku.