Rahmah

Pentingnya Giat Belajar Menurut Nabi


Pentingnya Giat Belajar Menurut Nabi
Sejumlah murid dari berbagai tingkatan sekolah saat belajar bersama di salah satu Mushola Annur, Jakarta Barat, Rabu (12/8/2020). Kemendikbud meminta sekolah terapkan kurikulum yang sama pada kegiatan belajar di sekolah dan rumah. Hal itu baru saja tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Belajar atau menuntut ilmu, bukan hanya sekedar pelengkap kehidupan, melainkan sebuah kepentingan dan keharusan bagi setiap manusia yang berakal.  

Dalam ajaran Islam, belajar atau menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap umat Islam.Sebagaimana potongan Hadis berikut:

"Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah)

Adanya dalil kewajiban untuk menuntut ilmu, telah menunjukkan betapa pentingnya menuntut ilmu bagi setiap makhluk Allah yang berakal. 

Pentingnya menuntut ilmu dan pentingnya giat dalam menuntut ilmu, telah tercermin dalam sejarah Nabi Muhammad SAW pada saat pertama kali memperoleh wahyu Allah yang berkaitan dengan proses belajar, yaitu membaca (iqra). 

Di mana pada saat itu, malaikat jibril berulang kali menyuruh Nabi untuk membaca (iqra), sampai akhirnya Nabi Muhammad pun mampu membaca (iqra) wahyu pertamanya dengan sempurna.  

Andai saja waktu itu Nabi tidak giat dalam mendapatkan wahyu pertamanya yang berkaitan dengan proses belajar, mungkin Nabi tidak bisa memperoleh wahyu-wahyu selanjutnya. 

Dengan demikian, melihat bagaimana Nabi yang mulia Muhammad SAW melakukan proses belajar bersama jibril, maka penting bagi setiap umat Muslim di mana pun untuk giat belajar demi mendapatkan ilmu pengetahuan. 

Sebab, orang yang giat belajar demi memperoleh ilmu, akan mendapatkan banyak sekali keutamaan dan kemuliaan. Beberapa di antara yaitu: