Lifestyle

Pentingnya Generasi Milenial Untuk Berpikiran Miliki Rumah Sejak Dini


Pentingnya Generasi Milenial Untuk Berpikiran Miliki Rumah Sejak Dini
Suasana pembangunan perumahan di kawasan Depok, Jawa Barat, Selasa (7/4/2020). Berdasarkan survey pasar sekunder yang dilakukan oleh Indonesia Property Watch (IPW) pada triwulan pertama-2020, pergerakan harga perumahan di pasar sekunder cenderung melambat akibat penyebaran virus Corona (COVID-19). Hal ini diperkirakan akan terus berdampak pada pergerakan harga di triwulan berikutnya. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Dalam menjalani proses kehidupan, setiap orang di dunia tentunya memiliki rencana dan tujuan hidup yang ingin dicapai di masa depan, seperti rencana untuk mempunyai rumah, atau merasakan kebebasan serta kenyamanan di hari tua.

Untuk mencapai tujuan tersebut, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah mempelajari bagaimana merencanakan dan mengelola keuangan agar tetap berada dalam kondisi stabil. Jika seseorang tidak mampu membuat perencanaan keuangan dengan baik, mereka akan terjebak dengan gaya hidup konsumtif, yang membuat pengeluaran lebih besar dari kemampuan.

Saat usia semakin bertambah dan gaya hidup konsumtif terus dilakoni, bisa saja orang-orang tersebut terjerat hutang. Keadaan seperti itu tentunya sangat berbahaya, apalagi seseorang yang usianya tidak muda lagi dan belum mempunyai asset apapun seperti perumahan.

Menurut perkiraan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR), terdapat sekitar
81 juta generasi millenial yang belum memiliki hunian. Generasi ini sering kali dianggap sebagai generasi yang sulit untuk menabung.

Tingginya harga rumah membuat generasi millenial patah arang soal memiliki rumah sendiri. Padahal rumah menjadi salah satu bentuk investasi yang paling ideal, sebab seiring bertambahnya waktu keterbatasan lahan membuat harga tanah dan bangunan menjadi sangat tinggi.

Berdasarkan data internal BP Tapera tercatat sekitar 286 ribu PNS muda belum memiliki rumah. Menurut Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana Tapera, Eko Ariantoro mengatakan kalau generasi millenial diharapkan untuk melakukan investasi sejak dini, karena investasi di usia muda sangat penting untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

"Dengan hadirnya Tapera di Indonesia yang menganut azas gotong royong, dapat membantu mewujudkan kepemilikan rumah pertama, renovasi, dan pembangunan rumah dilahan sendiri. Tapera menjadi solusi untuk penyediaan dana murah jangka panjang dan berkelanjutan untuk pembiayaan perumahan yang layak huni, kaum milenial tidak perlu khawatir lagi, karena semua keresahan tersebut sudah ada solusinya," jelas Eko Ariantoro dalam keterangan resminya Rabu (15/7).

Tapera mendukung kaum millenial untuk memiliki investasi hunian sedari muda, dengan pengelolaan dana yang transparan dan sejumlah manfaat yang maksimal bagi pesertanya. Selain itu, Tapera juga dapat dijadikan investasi jangka panjang yang dapat dinikmati saat peserta memasuki masa purna tugas.

Andi Maytendrisel (34), selaku Pegawai Negeri Sipil (PNS) muda mengatakan kalau dirinya pribadi sangat mendukung hadirnya Program Tapera ini.

"Namun regulasi dan  sosialisasinya harus jelas agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaatnya, serta penting juga diadakannya sosialisasi tentang investasi karena tidak semua orang mengerti
akan hal itu," jelas Andi.

Pada awal 2021, layanan Tapera akan fokus melakukan pengelolaan kepada ASN dan yang telah menjadi peserta ex-Bapertarum serta pekerja mandiri. Dan selanjutnya akan memperluas kepesertaannya pada segmen BUMN/BUMD/BUMDes dan TNI/POLRI.

Irma Fauzia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu