Tech

Pentingnya Budaya sebagai Cermin Kepribadian Jati Diri Orang Indonesia di Dunia Digital

Pentingnya Budaya sebagai Cermin Kepribadian Jati Diri Orang Indonesia di Dunia Digital

AKURAT.CO Selain cakap bermedia digital, masyarakat diharapkan juga berbudaya saat memakai internet. Di mana sebanyak 73,7 persen penduduk Indonesia sudah terkoneksi dengan internet, yakni 204,7 juta orang sehingga membutuhkan pemahaman budaya untuk menyaring apa yang ada di dunia maya.

"Dengan rata-rata penggunaan internet 8 hingga 9 jam per harinya tentu ini menjadi tantangan agar menjadikan ruang digital sehat, aman, dan berbudaya," ujar Anggota Ikatan Guru TIK PGRI, Fajar Tri Laksono, saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Selasa (4/10/2022).

Berbudaya saat bermedia digital dimaknai dalam karakter yang memiliki jati diri sebagai bangsa Indonesia sesuai nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Fajar mengatakan budaya sebagai mata uang yang merupakan cermin kepribadian jati diri orang Indonesia tak hanya di dunia nyata tapi juga di dunia digital.

baca juga:

Namun, di era serba digital ini justru Indonesia menghadapi tantangan, seperti mengaburnya wawasan kebangsaan, berkurangnya tata kesopanan dan kesantunan, serta media digital lebih banyak diisi budaya asing. Lemahnya sikap toleransi pada perbedaan dan pelanggaran hak cipta karya intelektual.

Sementara, sebenarnya ruang digital bisa digunakan untuk mengoptimalkan potensi kreativitas dengan membuat konten-konten seputar kebudayaan Indonesia.

Seperti yang sudah dilakukan para konten kreatir serta influencer, juga para selebriti yang memiliki daya pengaruh ke masyarakat. Namun upaya digitalisasi budaya harus lebih digiatkan lagi, menyeimbangkan bagaimana budaya luar juga lebih banyak masuk dan memengaruhi kebudayaan masyarakat.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya antara lain Dosen Universitas Brawijaya, Bayu Indra Pratama, Anggota Ikatan Guru TIK PGRI, Fajar Tri Laksono, Founder Jalanyuk Isna Noviningtyas. 

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi