Rahmah

Penting! Ini Batas Waktu Orang Tua Menafkahi Anaknya

Penting! Ini Batas Waktu Orang Tua Menafkahi Anaknya
Ilustrasi Kedekatan Anak dan Orang Tua (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Nafkah adalah sebuah kewajiban yang mesti dilkasanakan berupa pemberian belanja terkait dengan kebutuhan pokok baik suami terhadap istri dan bapak kepada anak ataupun keluarganya.

Kewajiban menafkahi anak ini ditegaskan dalam Al-Qur’an QS. Al-Baqarah: 33:

  وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنّ بِالْمَعْرُوفِ  

baca juga:

Artinya: “Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut.”

Lalu pertanyaannya, kapan batasan orang tua menafkahi anaknya? Dan apa batasan-batasan yang mengharuskan orang tua tak perlu lagi menafkahi anaknya itu?

 

Syekh Ibrahim al-Baijuri dalam kitab Hasyiyah al-Baijurijuz 2, hal. 187 menyebutkan demikian:

 

  فالغني الصغير او الفقير الكبير لا تجب نفقته – إلى أن قال - وقد استفيد مما تقدم ان الولد القادر على الكسب اللائق به لا تجب نفقته بل يكلف الكسب بل قد يقال انه داخل في الغني المذكور. ويستثنى ما لو كان مشتغلا بعلم شرعي ويرجى منه النجابة والكسب يمنعه فتجب حينئذ ولا يكلف الكسب  

 

Artinya: “Anak kecil yang kaya atau orang baligh yang fakir tidak wajib (bagi orang tua) menafkahi mereka. Dan dapat pahami bahwa anak yang mampu bekerja yang layak baginya tidak berhak lagi menerima nafkah, sebaliknya ia (justru) dituntut untuk bekerja. Bahkan, ada pendapat yang mengatakan bahwa anak yang mampu bekerja ini masuk kategori anak yang kaya. Dikecualikan ketika anak yang telah mampu bekerja ini sedang mencari ilmu syara’ dan diharapkan nantinya akan menghasilkan kemuliaan (dari ilmunya) sedangkan jika ia bekerja maka akan tercegah dari rutinitas mencari ilmu, maka dalam keadaan demikian ia tetap wajib untuk dinafkahi dan tidak diperkenankan untuk menuntutnya bekerja.”

Sumber: NU Online

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu