Rahmah

Penting! Begini Cara Azan di Masjid yang Ditutup Karena Pandemi Covid-19

Ini pernah dilakukan di masa Rasulullah


Penting! Begini Cara Azan di Masjid yang Ditutup Karena Pandemi Covid-19
Ilustrasi muazin (flickr.com/kaiszakaria)

AKURAT.CO  Hingga hari ini pandemi Covid-19 masih terus menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia. Setiap hari, penambahan kasus positif terus meningkat drastis, sebagian sembuh, dan sebagian bahkan wafat. Innalilahi wa innailaihi raji'un.

Karena kasus yang begitu tinggi, pemerintah membuat kebijakan untuk menutup tempat-tempat ibadah, salah satunya masjid yang merupakan tempat ibadah orang Islam. Melalui Kementerian Agama, pemerintah menghimbau agar masjid ditutup sementara untuk menghindari penularan yang semakin massif.

Meski masjid ditutup, azan tetap harus dikumandangkan sebagai syi'ar agama Islam. Tetapi, ada kalimat tambahan dalam azan jika dalam masa-masa pandemi seperti sekarang ini.

Pada masa Rasulullah SAW, hal ini pernah terjadi ketika Nabi dalam perjalanan malam di bawah guyuran hujan, lalu dikumandangkan azan yang di dalamnya ada kalimat "shallû fî rihâlikum" setelah "hayya ‘alal falâhi".

Ini sebagaimana dijelaskan oleh Abu Umar Yusuf Al-Qurthubi, dalam At-Tamhid lima fil Muwatha’ minal Ma’ani wal Asanid, sebagai berikut:

   أَخْبَرَنَا رَجُلٌ مِنْ ثَقِيفٍ أَنَّهُ سَمِعَ مُنَادِيَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْنِي فِي لَيْلَةِ الْمَطَرِ فِي السَّفَرِ يَقُولُ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ صَلُّوا فِي رِحَالِكُمْ   

  

Artinya: “Seorang lelaki dari Tsaqif memberikan kabar bahwa ia mendengar orang yang adzan memanggil Rasulullah SAW maksudnya di malam dengan selimut hujan dalam sebuah perjalanan. Muadzin tersebut membaca ‘hayya ‘alas shalâh, hayya ‘alal falâh, shallû fî rihâlikum’'.

Penambahan kalimat "shallu fii rilihaalikum" ini boleh diucapkan setelah pengucapan "hayya 'alal falah" atau di tengah-tengah azan. Abu Umar Yusuf Al-Qurthubi, dalam At-Tamhid lima fil Muwatha’ minal Ma’ani wal Asanid juga menyatakan;

وكذا فهمه الشافعي؛ فإنه قال في كتابه: إذا كانت ليلة مطيرة، او ذات ريح وظلمة يستحب ان يقول المؤذن إذا فرغ من اذانه: (الا صلوا في رحالكم) فإن قاله في اثناء الاذان بعد الحيعلة فلا بأس.   

Artinya: “Demikian yang dipahami oleh Asy-Syafii, dia yang menyatakan dalam kitabnya ‘Jika malam diselimuti adzan, atau angin lebat lagi petang, ketika selesai adzan, muadzin disunnahkan mengumandangka alâ shallû fî rihâlikum. Apabila ada yang membaca kalimat tersebut di tengah adzan setelah hayyya alas shalâh, maka tidak ada masalah” (Ibid, juz 5, halaman 304).

Sumber: NU Online