News

Penting bagi Para Pencari Jodoh, ini 4 Perbedaan Taaruf dan Khitbah


Penting bagi Para Pencari Jodoh, ini 4 Perbedaan Taaruf dan Khitbah
Prosesi ijab kabul (flickr.com/Chandra)

AKURAT.CO, Memasuki umur 20an ke atas, baik laki-laki maupun perempuan pasti sedang merasakan indahnya jatuh cinta. Di usia ini pula kebanyakan dari kita sedang mengalami fase kegalauan memikirkan siapa sosok yang tepat menjadi pendamping hidup selama-lamanya.

Bahkan banyak pula yang merasa semakin jenuh dijejali pertanyaan-pertanyaan menyebelkan seperti "kapan nikah?"

Padahal, semua orang pasti tahu bahwa jodoh sudah ada yang mengatur. Oleh sebab itu sebelum mengikatnya dengan pernikahan yang begitu sakral, antara laki-laki dan perempuan biasanya perlu melewati fase taaruf dan khitbah.

Kedua fase itu memang dilakukan sebelum pernikahan, tetapi adakah perbedaannya? Berikut penjelasannya.

1. Taaruf adalah proses mengenal satu sama lain, sementara khitbah adalah proses melamar

Nah taaruf merupakan proses di mana antara laki-laki dan perempuan saling mengenali dan memahami sehingga keduanya bisa menimbang cocok atau tidaknya. Proses taaruf ini bisa menggali banyak hal antara kedua belah pihak seperti hobi, pendidikan, ketaatan beragama, cita-cita, sifat, kesehatan dan lain sebagainya. Akan tetapi, dalam taaruf ini harus didampingi perantara sehingga antara laki-laki dan perempuan yang bersangkutan tidak terjadi interaksi yang melampaui batas.

Sementara khitbah adalah jenjang yang lebih serius berupa pinangan atau lamaran. Oleh sebab itu bisa dikatakan sebelum laki-laki yakin untuk mengkhitbah perempuan perlu proses taaruf tanpa berlebihan tadi. Sebab, tidak mungkin seseorang ingin menikah dengan orang yang sama sekali belum pernah dikenalinya.

2. Ketika taaruf masih bisa diurungkan, tetapi ketika khitbah diusahakan harus melangkah ke jenjang pernikahan

Proses taaruf sebagai masa pengenalan memang menentunkan cocok tidaknya calon suami istri. Maka ketika tidak cocok bisa saja keduanya saling mundur. Sedangkan khitbah sebagai ungkapan keyakinan bahwa seseorang telah menemukan yang ia cari, harus lebih serius memegang komitmen ke depannya. Meski pada beberapa kasus dijumpai bahwa lamaran si A ditolak. Itu sah saja karena perempuan yang dikhitbah (dilamar) berhak menentukan pilihan hatinya.

3. Perlu bekal ilmu saat taaruf, sedangkan saat khitbah perlu bekal restu orang tua

Dengan berbekal ilmu, tentu antara laki-laki dan perempuan dapat saling memilah apa saja yang menjadi kriterianya. Tentunya yang paling penting bagi umat Islam adalah aspek agamanya. Kalau kata orang Jawa, perlu menimbang bibit, bebet, dan bobotnya. Itulah pentingnya ilmu ketika taaruf.

Sementara saat khitbah, bisa saja perempuan yang dilamar berkata "ya" tetapi orang tuanya tidak merestuinya. Dalam kondisi demikian, seorang laki-laki harus siap menerima kenyataan pahit karena pada dasarnya restu ilahi sebagaimana restu orang tua.

4. Taaruf adalah fase berpikir menuju khitbah, sementara khitbah berpikir untuk segera melangsungkan pernikahan

Ketika masih dalam tahap taaruf, antara laki-laki dan perempuan memang sedang masanya meyakinkan diri dan menyelaraskan antara pikiran dan kata hati. Jangan sampai di pikirannya bilang "ya" tetapi di hatinya bilang "tidak." Hal ini bisa beresiko menyakiti diri sendiri. Padahal yang sebaiknya dijaga adalah diri sendiri bukan orang lain.

Sementara ketika dua sejoli sudah melangsungkan khitbah maka segerlah berpikir agar cepat melangkah ke pernikahan yang sah untuk mengikat janji suci sehidup semati.

Nah itu dia yang harus dipersiapkan oleh para pencari pendamping hidup. Semoga segera dipertemukan ya. Amiin.[]