News

Pentagon Prediksi ISIS Afganistan Bakal Serang AS dalam 6 Bulan, Joe Biden Waspada

Pejabat senior Pentagon, Colin Kahl, memprediksi kemungkinan serangan ISIS di Afganistan terhadap AS dalam 6 bulan mendatang.


Pentagon Prediksi ISIS Afganistan Bakal Serang AS dalam 6 Bulan, Joe Biden Waspada
Belum bisa dipastikan apakah Taliban mampu memerangi ISIS secara efektif usai penarikan AS pada Agustus. (Foto: AFP) ()

AKURAT.CO Komunitas intelijen Amerika Serikat (AS) memprediksi kemungkinan serangan ISIS di Afganistan terhadap AS dalam 6 bulan mendatang. Potensi ini disampaikan seorang pejabat senior Pentagon, Colin Kahl, kepada Kongres pada Selasa (26/10). Pernyataannya pun menjadi pengingat terbaru kalau Afganistan masih bisa menimbulkan masalah keamanan nasional yang serius bagi AS, meski perang 2 dekade itu telah berakhir pada Agustus.

Dilansir dari Reuters, Taliban yang kini menguasai Afganistan merupakan musuh ISIS. Upaya mereka untuk menegakkan hukum dan ketertiban pun diganggu oleh bom bunuh diri selama penarikan AS dan serangan lainnya yang diklaim ISIS. Kelompok teroris itu juga melancarkan pengeboman yang menargetkan sekte minoritas Syiah. ISIS bahkan memenggal seorang anggota pasukan milisi Taliban di Jalalabad.

Di hadapan Komite Angkatan Bersenjata Senat, Kahl mengaku belum bisa memastikan apakah Taliban mampu memerangi ISIS secara efektif usai penarikan AS pada Agustus. Negeri Paman Sam sendiri memerangi Taliban serta kelompok-kelompok penyerang, seperti ISIS dan Al-Qaeda.

"Menurut penilaian kami, Taliban dan ISIS-K adalah musuh bebuyutan. Jadi, Taliban sangat bersemangat untuk memburu ISIS-K. Saya pikir, kemampuan mereka untuk melaksanakannya harus dipastikan," terang Kahl.

Kahl memperkirakan kader pejuang ISIS berjumlah ribuan.

Sementara itu, penjabat Menteri Luar Negeri Amir Khan Muttaqi dari pemerintahan baru Taliban berjanji akan menangani ancaman dari militan ISIS. Ia menegaskan kalau Afganistan tak akan menjadi basis serangan terhadap negara lain.

Tak sampai di situ, Kahl meramalkan Al-Qaeda di Afganistan akan memperunyam masalah, mengingat hubungannya dengan Taliban. Hubungan itulah yang memicu intervensi militer AS di Afganistan pada tahun 2001 usai serangan 11 September di New York dan Washington oleh Al-Qaeda. Saat itu, Taliban menyembunyikan para pemimpin Al-Qaeda.

Menurut Kahl, Al-Qaeda butuh waktu 1-2 tahun untuk memulihkan kemampuannya melancarkan serangan terhadap AS di luar Afganistan. Presiden Joe Biden pun bertekad akan terus mewaspadai ancaman yang berasal dari Afganistan dengan melaksanakan operasi pengumpulan intelijen di negara yang teridentifikasi ancaman dari kelompok-kelompok seperti Al-Qaeda dan ISIS. Menurut Kahl, tujuannya untuk mengganggu kelompok-kelompok tersebut, sehingga ISIS dan Al-Qaeda tak mampu menyerang AS.

"Kita harus waspada saat mengganggunya," ucapnya.