Olahraga

Pensiun Usai PON, Lifter Olimpiade Indonesia Merintis Karier Pelatih

Deni adalah salah satu lifter yang mewakili Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.


Pensiun Usai PON, Lifter Olimpiade Indonesia Merintis Karier Pelatih
Lifter Indonesia Deni melakukan angkatan clean and jerk dalam kelas 67 kg Putra Grup A Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum, Tokyo, Jepang, Minggu (25/7/2021). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.)

AKURAT.CO, Lifter nasional, Deni, menyatakan diri pensiun sebagai atlet usai mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021. Atlet yang turut bertanding di Olimpiade 2020 ini kini fokus merintis karier sebagai pelatih angkat besi dengan membuka kelas latihan di kampung halamannya di Bogor.

Dalam pesta olahraga dunia yang digelar di Tokyo, Jepang pada Agustus lalu, Deni menjadi bagian dari kontingen Indonesia dengan tampil di kelas 65 kilogram putra. Sayangnya, lifter berusia 32 tahun itu gagal menyumbangkan medali setelah hanya mampu ada di peringkat kesembilan dengan mencatat total angkatan 301 kilogram (snatch 135 kilogram dan clean and jerk 166 kilogram)

"Saya di rumah mau bikin tempat latihan kecil-kecilan biar angkat besi tuh lebih dikenal dan sama derajatnya seperti bulutangkis dan sepakbola," kata Deni di Auditorium Universitas Cenderawasih, Kabupaten Jayapura, sebagaimana dikutip dari Antara, Jumat (8/10).

Deni memutuskan pensiun setelah merasa puas dengan medali perak di ajang SEA Games ke-26 di Jakarta pada 2011. Deni mencatat angkatan snatch 143 kilogram dan clean and jerk 172 kilogram.

"Itu capaian tertinggi saya," ujarnya.

Aksi copot sepatu di panggung 67 kilogram putra PON Papua menandai berakhirnya karir Deni. Keputusan itu ia pilih usai menuntaskan pertarungan olimpian bersama Eko Yuli Irawan (Jawa Timur) dan Triyatno (Kalimantan Timur) pada Rabu (6/10) di PON Papua.

Deni yang mewakili Bengkulu harus puas dengan medali perunggu. Ia mencatatkan total angkatan seberat 303 kilogram (snatch 137 kilogram dan clean and jerk 166 kilogram).

Pensiun sebagai lifter disebabkan cedera otot kaki kanan yang diperkirakan Deni membutuh waktu lama untuk pemulihan.

"I'm done! Silakan terjemahkan sendiri. Saya melihat cedera kaki kanan saya. Ada cedera bahkan sebelum saya ikut di olimpiade," katanya. 

Deni kerap merasa kesakitan di bagian otot kaki yang menjalar hingga ke tulang sendi. Dia bahkan menyebut rasa sakit yang dialaminya sama seperti tersengat aliran listrik.

Kendala itu pula yang menyebabkan Deni sempat terkapar di panggung usai mengangkat barbel seberat 166 kilogram di angkatan clean and jerk PON Papua. 

"Makanya di angkatan ketiga seperti kata pelatih, apapun yang terjadi bahkan sampai terkapar, harus mati-matian saya jalani," katanya.

Sumber: Antara