Ekonomi

Penjual Jangan Bandel, Jual Harga Minyak Curah Diatas Rp11.500/ Liter Sanksi Bakal Menanti!

Kementerian Perdagangan bakal memberlakukan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng per 1 Februari 2022


Penjual Jangan Bandel, Jual Harga Minyak Curah Diatas Rp11.500/ Liter Sanksi Bakal Menanti!
Pembeli memilih minyak goreng kemasan di salah satu pasar di Jakarta, Jumat (7/1/2022). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan (Kemendag) bakal memberlakukan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng per 1 Februari 2022. 

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan bagi pelaku usaha yang melanggar ketentuan HET tersebut akan diberikan sanksi administratif hingga sosial.

" Pemerintah mengambil langkah-langkah hukum yang sangat tegas untuk pelaku usaha yang tidak patuh atau melanggar ketentuan ini," ujar Lutfi dalam konferensi pers, Kamis (27/1/2022).

baca juga:

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri (Kemendag), Oke Nurwan juga menjelaskan bahwa sanksi adminstratif diberikan berupa pencabutan izin. Untuk sanksi sosial bakal diumumkan ke masyrakat bagi para pelaku usaha yang nakal.

" Saat ini sanksi sosialnya, kami akan umumkan kepada masyarakat yang kemasan sederhana yang mana, yang premium dengan Rp14.000, yang curah ya Rp11.500. Sanksi sosialnya tak dibeli masyarakat," tuturnya.

Oke Nurwan juga mengatakan masyarakat bisa melakukan keluhan di nomor pengaduan Kemendag jika ditemui minyak goreng diatas HET.

Seperti diketahui, diberlakukan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng dengan rincian, minyak goreng curah sebesar Rp11.500/liter, minyak goreng kemasan sederhana sebesar Rp13.500/liter, dan minyak goreng kemasan premium sebesar Rp14.000/liter.

Kebijakan HET ini akan mulai berlaku pada 1 Februari 2022. Mendag Muhammad Lutfi juga menyampaikan selama masa transisi yang berlangsung hingga 1 Februari 2022, kebijakan minyak goreng satu harga sebesar Rp14.000/liter tetap berlaku.

“ Hal tersebut dengan mempertimbangkan memberikan waktu untuk penyesuaian serta manajemen stok minyak goreng di tingkat pedagang hingga pengecer,” jelasnya.