Ekonomi

Penjual Cerdas! Begini Cara Patok Harga Jual Produk di E-Commerce Biar Untung

Berbagai ketentuan yang harus dipahami penjual terkait produk jualan, yaitu biaya dan layanan e-commerce yang harus ditanggung penjual


Penjual Cerdas! Begini Cara Patok Harga Jual Produk di E-Commerce Biar Untung
Ilustrasi perdagangan penjualan digital (e-commerce) (AKURAT.CO)

AKURAT.CO Jualan di e-commerce ada berbagai ketentuan yang harus dipahami penjual terkait produk jualan, yaitu biaya dan layanan e-commerce yang harus ditanggung penjual. Selain memberikan kualitas produk terbaik, ternyata harga jual juga menjadi penentu produk tersebut bisa laris di marketplace atau tidak.

Namun sayangnya, persaingan dagang yang ketat membuat penjual langsung mencantumkan harga produk yang murah. Memang dengan harga produk yang murah, dagangan akan cepat laris manis. 

Jika hal tersebut tidak diperhatikan dengan benar, maka keuntungan setiap produk bisa saja terpangkas oleh biaya dan layanan e-commerce bahkan penjual bisa juga mengalami kerugian karena penghasilan dari e-commerce justru minus.

Untuk itu, hindari mengira-ngira harga produk. Sebaiknya, penjual harus menghitung harga produk dengan bijak agar produk bisa bersaing dan penjual bisa mendapatkan keuntungan yang sesuai dengan rencana.

Bagi kamu penjual pemula yang ingin dagang di e-commerce, dilansir dari Cermati berikut ini ada beberapa cara dalam menentukan harga jual produk di e-commerce biar untung. Simak ulasannya!

1. Hitung Biaya Produksi atau Barang Jadi

Sebelum menentukan keuntungan, penjual harus menghitung berapa besar biaya produksi terlebih dahulu.

Jika barang yang kamu jual merupakan hasil dari produksi sendiri seperti hijab, baju, aksesoris dan sebagainya, maka biaya yang harus dihitung mulai dari harga bahan, biaya pembuatan yang termasuk jasa jahit atau perlengkapan tambahan lainnya seperti benang, lem, karet, pita atau sablon, plastik dan sebagainya.

Agar tidak ada yang tertinggal mengenai biaya produksi, sebaiknya kamu list di buku catatan. Dengan begitu, biaya produksi akan lebih terperinci dan bisa mendapatkan jumlah yang tepat.

Sumber: Cermati

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co