News

Penjemputan Paksa Lukas Enembe Diminta Libatkan Semua Aparat Penegak Hukum

Penjemputan Paksa Lukas Enembe Diminta Libatkan Semua Aparat Penegak Hukum
Gubernur Papua, Lukas Enembe (kedua dari kanan), saat meresmikan Wisma Atlet dan Kantor KONI Papua di Jayapura, Papua, Senin (24/8). (ANTARA)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa meminta agar penanganan kasus hukum yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe melibatkan semua aparat penegak hukum.

Pasalnya, KPK belum memutuskan untuk menempuh cara penjemputan paksa Lukas Enembe lantaran kondisi keamanan di Papua sedang memanas. Hal ini disebabkan oleh banyaknya massa yang membela Lukas Enembe.

"Nah aturan semua aparat terlibat untuk penegakan hukum," kata Desmond di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (21/9/2022).

baca juga:

Apalagi, tegas Politikus Partai Gerindra itu, Papua masih menjadi bagian dari Republik Indonesia. Karenanya, dia menyarankan agar seluruh penegak hukum seperti Polri, turut berperan serta dalam penanganan kasus tersebut.

"Pertanyaannya Papua itu masih bagian dari Republik (Indonesia) atau tidak?" ujarnya.

Seperti diketahui, KPK segera melayangkan pemanggilan ulang Gubernur Papua Lukas Enembe pada pekan ini. Pemanggilan dijadwalkan untuk pemeriksaan di pekan depan.

Bahkan, Lukas Enembe juga telah resmi dicegah ke luar negeri oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi. Lukas dicegah lantaran adanya permintaan dari KPK. []