News

Penjelasan Kejagung Jawab Protes Korban Kasus Dugaan Penipuan KSP Indosurya

Korban dugaan penipuan Koperasi Simpan Pinjam Indosurya protes ke Jaksa Agung ST Burhanuddin karena hingga saat ini para tersangka belum diadili.


Penjelasan Kejagung Jawab Protes Korban Kasus Dugaan Penipuan KSP Indosurya
Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Korban dugaan penipuan Koperasi Simpan Pinjam Indosurya protes ke Jaksa Agung ST Burhanuddin karena hingga saat ini para tersangka belum diadili.

Protes itu langsung disambut Kejaksaan Agung (Kejagung). 

Kepala Puspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyebut tim jaksa peneliti telah mengembalikan berkas kasus tersebut ke penyidik dengan meminta dilengkapi dengan hasil audit auditor independen.

"Berkas perkara telah dikembalikan dan telah diterima oleh penyidik untuk melengkapi petunjuk Jaksa Peneliti sebagaimana tertuang dalam P-19 serta Berita Acara Koordinasi dan Konsultasi dan penyidik akan melaporkan perkembangan penyidikan perkara secara berkala kepada Jaksa Peneliti," kata dia, Jakarta, Kamis (8/12/2021).

Kejagung meminta penyidik kepolisian segera melengkapi petunjuk yang disampaikan tim jaksa peneliti. Jika tidak memungkinkan, agar dilakukan upaya sebagaimana dikehendaki KUHAP untuk mendapat kepastian hukum yang jelas karena perkara ini melibatkan banyak korban dan menimbulkan kerugian dari kalangan masyarakat.

Leo mengatakan, dengan banyaknya korban dan besarnya jumlah kerugian yang dialami oleh masyarakat, jaksa penuntut umum berpendapat bahwa kejahatan yang disangkakan terhadap para tersangka tidak dapat disederhanakan dengan hanya menyangkakan tindak pidana perbankan dan hanya mengungkap masalah perizinan Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Inti/Cipta yang menghimpun dana dari masyarakat.

Kejagung meminta agar penyidik turut mendalami kerugian masyarakat. "Kerugian masyarakat harus lebih didalami, sesuai fakta-fakta yang terungkap berdasarkan bukti-bukti dokumen yang telah ada, sehingga diperoleh fakta yang utuh dalam mengungkap kerugian para korban apabila dipenuhinya seluruh petunjuk jaksa penuntut umum," ujarnya.

Tim jaksa peneliti juga menilai penyidik belum melengkapi petunjuk yang diminta terkait penanganan perkara, yaitu hasil audit dari auditor independen. Hal itu agar penyidik tidak hanya mengacu pada hasil pemeriksaan akuntan publik dari pihak PT Indosurya Inti Finance yang hanya menyimpulkan Kospin Indosurya Inti/Cipta dalam pengelolaan keuangannya dikatakan 'wajar tanpa pengecualian'.

"Dalam perkara atas nama tersangka HS, tersangka SA, dan tersangka JI, 'petunjuk yang paling krusial dan utama' yang belum dipenuhi yaitu penyidik belum melampirkan hasil audit komprehensif dari auditor independen yang diperlukan guna mengurai dana nasabah/anggota koperasi mana saja dana yang masuk dan mana nasabah/anggota koperasi yang telah dibayarkan sehingga membuka tabir kejahatan yang dilakukan oleh Tersangka HS dkk," ungkap Leo.