Lifestyle

Penis Kecil, Emang Kenapa?

Gangguan penis dysmorphia merupakan masalah dismorfik tubuh yang membuat penderitanya mengalami rasa cemas berlebihan


Penis Kecil, Emang Kenapa?
Ilustrasi pria penis pendek dan kecil yang tidak percaya diri (Thesun.co.uk)

AKURAT.CO, Banyak pria akan jumawa jika memiliki penis yang wow. Kasihan yang kecil, ya! Padahal, sudah begitu banyak ahli yang berpendapat bahwa ukuran bukanlah masalah. Asal, performanya oke. Msaalahnya, apabila ukuran Mr P kecil dan dibawah rata-rata, itu membuat pria jadi kurang percaya diri.

Lebih masalah lagi karena rasa kurang percaya diri akibat ukuran Mr P yang kecil bisa menyebabkan penyakit mental, yakni penis dysmorphia.

Gangguan penis dysmorphia merupakan masalah dismorfik tubuh yang membuat penderitanya mengalami rasa cemas berlebihan akibat kelemahan atau kekurangan dari penampilan fisik dirinya sendiri.

Ya, seorang pria yang terkena penis dysmorphia akan sangat tertekan karena ukuran Mr P. Hal itu disampaikan oleh Stephen Snyder yang merupakan terapis seks, dilansir Akurat.co dari HuffPost.

"Pria yang menderita penis dysmorphia secara kompulsif sering mengukur diri mereka berulang kali, menghindari kencan, dan mempraktikkan teknik pembesaran Mr P atau bahkan mencoba operasi pembesaran," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa pria yang mengalami gangguan mental seperti penis dysmorphia sebagian besar disebabkan karena pornografi. Terlalu banyak melihat hal-hal berbau pornografi yang mana terdapat sosok pria dengan memiliki ukuran Mr P besar jadi penyebab.

Apa yang diungkapkan Stephen juga diperkuat oleh paparan urolog, Aaron Spitz. Dalam bukunya, Aaron mengatakan bahwa 40% pria yang datang ke kantor urologis untuk melakukan operasi pembesaran Mr P mengaku mendapatkan ide tersebut dari film porno, meskipun ukuran Mr P mereka normal.

"Masalah besar dengan pornografi adalah meskipun sebagian besar pria secara intuitif tahu ukuran Mr P di film tidak nyata, beberapa pria memiliki kerangka referensi lain untuk membandingkan dirinya dengan orang lain," jelas Aaron.

Aaron menambahkan, pria yang memiliki permasalahan demikian sebaiknya berbicara dengan dokter atau terapis sebelum menjalani operasi pembesaran.

Irma Fauzia

https://akurat.co