Lifestyle

Peningkatan Kasus Covid-19 di Indonesia Bisa Berpotensi Bentuk Varian Baru

Menurut Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama apabila jumlah kasus meningkat maka potensi terbentuknya varian baru lebih besar.


Peningkatan Kasus Covid-19 di Indonesia Bisa Berpotensi Bentuk Varian Baru
Petugas kesehatan saat melakukan pemeriksaan wartawan yang mengikuti swab test di gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2020). Swab test kerjasama antara Dewan Pers dan Pemprov DKI tersebut untuk memonitor dan mencegah penyebaran COVID-19 di kalangan wartawan (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO  Jumlah kasus Covid-19 di Indoenisa per 5 Juli 2022, yakni 2.577 kasus baru, setelah pada akhir pekan angka turun dibawah 2000.

Lalu, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 2.743 orang, per Rabu (6/7/2022). Ini naik 166 kasus dalam sehari.

Kalau dibandingkan dengan 2 bulan sebelum ini, pada 5 Mei 2022, jumlah kasus baru Covid-19 kita adalah 250 orang, artinya meningkat lebih dari 10 kali lipat.

baca juga:

Menurut Mantan Direktur WHO Asia Tenggara sekaligus Guru Besar Fakultas Kedokteran UI, Prof Tjandra Yoga Aditama apabila jumlah kasus terus meningkat maka potensi terbentuknya varian baru jadi lebih besar.

"Belum lagi dampak kesehatan pada kelompok risiko tinggi, dan juga gangguan aktifitas kalau seseorang harus diisolasi," lanjut Prof Tjandra melalui keterangan tertulis dikutip pada Rabu (06/7/2022).

Menurut Prof Tjandra, jumlah kasus tersebut perlu membuat msayarakat dan pemerintah waspada dan berbuat lebih baik lagi, setidaknya dalam tiga hal, protokol kesehatan, test dan telusur serta imunisasi. 

"Untuk protokol kesehatan, PPKM level dua sudah ditetapkan untuk Jakarta dan sekitarnya. Pemakaian masker luar ruangan sebaiknya juga dilakukan oleh mereka yang ber risiko klebih mudah tertular dan sakit serta kalau beradala dalam kerumunan/keadaan yang penularan lebih mudah terjadi. Testing jelas harus ditingkatkan, diikuti telusur yang massif," katanya

"Vaksinasi jelas harus ditingkatkan upayanya, baik vaksinasi lengkap dan apalagi vaksinasi booster," tambahnya.

Menurut data  “Our World in Data” 4 Juli 2022 tertulis cakupan vaksinasi lengkap kita baru 60,9%, walaupun itu data 15 Juni 2022. Jadi masih sekitar 40% rakyat kita belum menyelesaikan vaksinasinya. 

Lalu, data Kementerian Kesehatan 5 Juli 2022 kemarin menunjukkan cakupan vaksinasi lengkap sudah 81,24%, tapi pembaginya adalah target 208 juta, bukan total penduduk yang lebih dari 270 juta.  

Data lain Kementerian Kesehatan per 5 Juli 2022 juga menunjukkan bahwa cakupan vaksinasi dosis ke 3 (booster) barulah 24,58%. 

"Jadi 75% rakyat kita belum mendapat vaksinasi booster yang memang sangat diperlukan," ucapnya.