Ekonomi

Peningkatan Impor Pakaian Jadi, Buat Industri Tekstil Lokal 'Compang-camping'

Peningkatan impor produk pakaian jadi membuat industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) dalam negeri yang semakin terancam


Peningkatan Impor Pakaian Jadi, Buat Industri Tekstil Lokal 'Compang-camping'
Aktifitas jual beli pakaian bekas di kawasan pasar Senen, Jakarta, Kamis (7/3/2019). Pemerintah berusaha keras memerangi impor pakaian bekas sejak September 2015. Bisnis ini mematikan pengusaha garmen dalam negeri serta mengancam kesehatan konsumen lantaran ditemukan ribuan bakteri masih terbawa dari negara asalnya. Seharusnya, importasi baju bekas berhenti sama sekali. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menyoroti peningkatan impor produk pakaian jadi membuat industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) dalam negeri yang semakin terancam. 

Pasalnya menurut Enny serbuan impor tersebut sangat mengganggu industri kecil dan menengah, karena akan menyulitkan pemasaran produk-produk dalam negeri.

Selain itu, Enny menilai, kebijakan impor pakaian jadi menjadi sentimen buruk bagi investasi dan berdampak pada neraca perdagangan, sehingga berpotensi melemahkan konsumsi. 

"Hal ini disebabkan karena Pemerintah masih memberlakukan tarif bebas bea masuk untuk sektor ini," jelas Enny, Kamis (22/4/2021).

Ia mengkhawatirkan, jika kebijakan impor dipertahankan maka pertumbuhan industri TPT di tahun-tahun mendatang akan terus negatif.

“Jika industri TPT terus mengalami penurunan penjualan karena pandemi COVID-19, ditambah lagi dengan maraknya produk impor pakaian jadi, maka akan berimbas pada pemulihan ekonomi di masyarakat,” tuturnya.

Menurut dia, industri TPT di Indonesia melibatkan tenaga kerja yang sangat besar, sehingga diperlukan adanya keberpihakan dari Pemerintah di sisi regulasi.

“Pemerintah perlu memberikan perlindungan pasar dalam negeri dari impor yang berlebihan. Hal ini dinilai akan memberikan kepastian pasar bagi industri TPT dalam negeri, khususnya industri kecil dan menengah,” tukas Enny.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwasanya sektor industri tekstil dan pakaian jadi merupakan salah satu sektor industri prioritas pada program Making Indonesia 4.0, sehingga sangat penting untuk terus dikembangkan.

Sumber: ANTARA

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu