Ekonomi

Pengusaha Yakin Pertumbuhan Ekonomi di Tahun 2021 Akan Capai Target

Hadirnya pandemi Covid-19 di Indonesia faktanya mampu membuat segala sektor pertumbuhan ekonomi terhambat


Pengusaha Yakin Pertumbuhan Ekonomi di Tahun 2021 Akan Capai Target
Suasana pemukiman penduduk di Jakarta, Minggu (29/11/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Hadirnya pandemi Covid-19 di Indonesia faktanya mampu membuat segala sektor pertumbuhan ekonomi terhambat, baik dari sektor keuangannya hingga kepada sektor riil layaknya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). 

Meskipun begitu, pemerintah dalam perkembangannya selalu bekerja keras dalam menanggulangi dampak yang diberikan Covid-19 kepada pertumbuhan ekonomi di Indonesia, salah satunya melalui berbagai program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional).

Melihat hal tersebut Ajib Hamdani selaku Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan, Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) menegaskan bahwa pihaknya semakin optimis di tahun 2021 ini Indonesia akan keluar dari krisis ekonomi akibat Covid-19.

"Kami optimis untuk tahun 2021 ini target pertumbuhan ekonomi akan tercapai, optimisme tersebut didukung oleh banyaknya jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta jiwa, sehingga akan menciptakan local domestik demand yang begitu luar biasanya terhadap pertumbuhan ekonomi kita, apalagi nanti disaat Indonesia mendapatkan bonus demografi," ucapnya pada saat webinar bersama media di Jakarta, Kamis (18/2/2021).

Tak hanya bonus demografinya saja, lanjut Ajib, hadirnya rancangan APBN 2021 yang dinilai pro terhadap pemulihan ekonomi nasional pun akan menjadi pemain utama dalam memajukan perkembangan ekonomi Indonesia saat ini.

"Hipmi melihat masih positif, temanya (rancangan APBN 2021) mewujudkan dan percepatan pemulihan ekonomi nasional. Perkiraan ini 2021 kita bisa positif," jelasnya.

Meskipun begitu, dirinya mengingatkan cepat lambatnya pemulihan ekonomi nasional tergantung dengan kecepatan dan ketepatan pemerintah dalam mengeluarkan beberapa kebijakan penanganan pandemi.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui memang terjadi perubahan dalam proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik di tahun ini, namun laju kegiatan perekonomian pada 2021 ini tetap terjaga sesuai estimasi awal hingga ke level 5 persen, dibanding minus 2,07 persen pada 2020.

Di sela konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, Sri Mulyani mengatakan pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2021 akan sebesar 4,3-5,5 persen. Hal itu berbeda dengan asumsi pertumbuhan ekonomi di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 yang sebesar 4,5-5,5 persen.

“Sekarang rentangnya agak bergeser, tapi titik perkiraan kita ada di 5 persen,” ujar Sri Mulyani.[]