Ekonomi

Pengusaha Ucap Mogok Nasional Buruh Tak Sesuai Ketentuan!

aksi mogok nasional yang dilakukan oleh pihak buruh tidak sesuai dengan ketentuan ketenagakerjaan


Pengusaha Ucap Mogok Nasional Buruh Tak Sesuai Ketentuan!
Buruh berunjuk rasa di depan Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (26/10/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai aksi mogok nasional yang dilakukan oleh pihak buruh tidak sesuai dengan ketentuan ketenagakerjaan.

Direktur Apindo Research Institute, P Agung Pambudhi mengatakan mogok nasional tak sesuai dengan ketentuan pasal 140 Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Dalam aturan tersebut disebutkan hanya yang diperbolehkan mogok kerja yang dilakukan karena ada kegagalan dalam perundingan antara pemberi kerja dan pekerja.

" Kalau mogok kerja itu jika ada kegagalan perundingan antar dua pihak. Kalau mogok nasional itu enggak ada di ketentuan ketenagakerjaan," ujar Agung saat konferensi pers daring, Kamis (25/11/2021).

Ia menyatakan dalam Pasal 6 Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi menjelaskan mogok kerja dilakukan dengan ketentuan mengirimkan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian dan Dinas Ketenagakerjaan dalam kurun waktu 7 hari sebelum pelaksanaan. 

Jika tidak dilakukan, maka pemberi kerja bisa menganggap pekerja dianggap mangkir.

Pengusaha berhak melakukan pemanggilan kepada pekerja yang melakukan mogok kerja untuk bekerja kembali. Jika dalam 7 hari telah dilakukan 2 kali pemanggilan tetapi tak dipenuhi, maka pekerja dianggap mengundurkan diri.

" Kalau mogok ke perusahaan ini langkah sesuai aturan. namun jika tak memenuhi panggilan ya disebut mangkir," tuturnya.

Untuk itu, Apindo menyerukan untuk para pengusaha bersikap tegas pada pekerja dilingkungan perusahaan masing-masing sesuai aturan.