Ekonomi

Pengusaha Ritel Hadap Jokowi Minta Modal Kerja

Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan memohon bantuan modal kerja dari perbankan saat menghadap Presiden Jokowi


Pengusaha Ritel Hadap Jokowi Minta Modal Kerja
Pengunjung melintasi kios pertokoan yang tutup di pusat perbelanjaan kawasan Semanggi, Jakarta, Senin (28/1/2019). Pasar ritel nasional mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir akibat daya beli masyarakat terhadap e-Commerce (belanja online) yang semakin meningkat. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia  (HIPPINDO) memohon bantuan modal kerja dari perbankan, guna memastikan lancarnya modal kerja saat menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Suku  bunga ringan, penambahan modal kerja, dan dukungan dari perbankan, OJK, dan juga insentif dari PMK," kata Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah lewat keterangan tertulisnya, Sabtu (24/4/2021).

Peritel dan penyewa pusat perbelanjaan juga meminta diberikan insentif dari sisi perpajakan, income tax dalam rangka booster perdagangan 3 bulan ini misalnya FREE PPN untuk meningkatkan animo konsumen dalam membeli barang terutama dalam rangka ramadhan dan  lebaran. 

" Perlu diberikan juga insentif offline yang bisa bebas ongkir seperti online dalam rangka ramadan/lebaran. Kemudian jalur distribusi perlu diamankan seiring dengan timbulnya premanisme yang jelas  membebani biaya retailers, " tuturnya.

Kemudian terkait vaksin untuk ekonomi dan kesehatan, HIPPINDO mengklaim akan mendapatkan vaksin sebanyak 500.000 bagi karyawan anggota Hippindo di bandara, mall, resto, rest area, stasiun,  pelabuhan dan commercial area maupun karyawan support dan juga untuk supplier ritel dan penyewa yang nantinya akan dikoordinasikan oleh HIPPINDO. Dengan 500.000 vaksin ini akan membuat ekonomi meningkat dan kesehatan juga terjamin karena para karyawan ritel sudah divaksin. 

“Kami juga akan membuat program dengan membuat pin “Kami sudah divaksin dan tetap jaga Prokes” yang akan dipakai oleh semua karyawan front liner sektor ritel dan penyewa untuk  membantu program sosialisasi vaksinasi Covid-19 dan meningkatkan rasa percaya diri  masyarakat untuk berbelanja sehingga roda perekonomian kembali bergerak”, tambah Budihardjo. 

Sedangkan terkait branding Indonesia, juga perlu beberapa dukungan, seperti lokasi-lokasi yang strategis untuk brand lokal Indonesia, dukungan utk promosi dan juga same level of playing field (kesetaraan dalam hal perpajakan, antara online dan offline, juga kesetaraan perijinan, SNI, BPOM, dan ijin-ijin perdagangan lainnya. 

Kesetaraan yang dimaksud antara offline dan online (yang sifatnya import langsung), perlu ada payung hukumnya, sehingga bisa memberikan rasa keadilan. Untuk menggerakkan perekonomian di tahun 2021 ini HIPPINDO kembali menggelar Program Hari Belanja Diskon Indonesia/ Happy Birth Day Indonesia (HBD Indonesia) dan berharap dukungan dari Pemerintah termasuk pihak perbankan untuk men-support dalam hal promosi.

 “Kami juga berharap di HBD Indonesia 2021 ini Pemerintah dapat membantu kebijakan free ongkir, free PPN dan stimulus/ insentif lainnya untuk meningkatkan animo masyarakat dalam berbelanja, tentunya kami juga akan menggandeng berbagai pihak untuk mensukseskan acara HBDI ini demi menggerakkan perekonomian Indonesia,” ungkap Fetty Kwartati, Ketua Panitia HBD Indonesia 2021. 

Acara HBD Indonesia 2021 ini akan kembali berkerjasama dengan Kementerian, Pemerintah Daerah, Asosiasi, Perbankan, Marketplaces, Media dan berbagai komunitas lainnya untuk mendorong pertumbuhan penjualan ritel semua produk lokal, global dan juga UMKM.[]