Ekonomi

Pengusaha Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021 Berkisar 3 Persen, Ini Faktornya!

pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 akan berkisar dari perkiraan terendah 3,00 persen (yoy) sampai dengan prediksi tertingginya 3,75 persen (yoy)


Pengusaha Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021 Berkisar 3 Persen, Ini Faktornya!
Konferensi Pers Apindo, Kamis (9/12/2021). (Wayan Adhi)

AKURAT.CO Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 akan berkisar dari perkiraan terendah 3,00 persen (yoy) sampai dengan prediksi tertingginya 3,75 persen (yoy). 

" Proyeksi tersebut berdasarkan pertumbuhan di Q1, Q2 dan Q3 yang masih belum stabil sehingga belum memberikan pattern yang dapat diprediksi dengan tepat di Q4," kata Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani, saat konferensi pers daring, Kamis (9/12/2021).

Untuk tahun 2022, Apindo memperkirakan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan akan berada di kisaran 4,00 persen s/d 5,00 persen (yoy) dengan inflasi di bawah 3,00 persen dan nilai tukar rupiah di kisaran US$14.500-15.000.

Hariyadi mengatakan lebarnya proyeksi rentang pertumbuhan tersebut karena ada 3 hal. Pertama, pemulihan ekonomi yang mulai membaik secara bertahap dan cukup konsisten di tahun 2021 diantaranya sebagai hasil dari sejumlah program proteksi sosial dan pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Kedua, vaksinasi masyarakat yang berlangsung cukup baik meskipun masih tertinggal di luar Jawa-Bali serta mulai tumbuhnya kedisiplinan perilaku kesehatan masyarakat di satu sisi.

" Terus bermunculannya varian baru Covid-19 yang mengkhawatirkan di sisi lain," ujarnya. 

Kemudian ketiga, diterbitkannya UU 11/2020 tentang Cipta Kerja dan sebagian besar peraturan implementasi turunannya meskipun dengan catatan khusus terkait putusan inkonstitusional bersyarat oleh Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap UU tersebut.

Ia mengungkapkan keputusan MK, agar dimaknai dan dijalankan sebagaimana amar putusan MK dengan mengikuti arahan pemerintah demi kepastian hukum supaya tidak kehilangan kepercayaan investor. 

"Program-program dalam peraturan perundang-undangan yang telah diterbitkan sebelum putusan MK tersebut agar segera diimplementasikan," tuturnya.