Ekonomi

Pengusaha Kuliner Kian Didorong Mejeng di Marketplace dan Laman Bela Pengadaan

PKS antara Kemenkop UKM dengan Gojek akan memfasilitasi usaha mikro bidang kuliner untuk masuk ke GoFood dan laman Bela Pengadaan LKPP


Pengusaha Kuliner Kian Didorong Mejeng di Marketplace dan Laman Bela Pengadaan
Warga saat berkunjung ke pusat kuliner Thamrin 10, kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa (16/6/2020). Pemprov DKI Jakarta pada minggu ketiga penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi membuka kembali operasional 80 pusat perbelanjaan atau mal di wilayah Jakarta dengan menerapkan standar protokol kesehatan sesuai anjuran. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menilai Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Deputi Bidang Usaha Mikro dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa akan memfasilitasi usaha mikro bidang kuliner untuk masuk ke GoFood dan Laman Bela Pengadaan LKPP.

Pada 2019 lalu, Kementerian Koperasi dan UKM telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek).

Sebagai tindak lanjut nota kesepahaman tersebut, Kemenkop UKM kembali menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Deputi Bidang Usaha Mikro dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa. 

Selain penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Deputi Bidang Usaha Mikro dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, pihaknya juga melakukan penyerahan bantuan jaring pengaman sosial kepada pengusaha warung tegal dan pengusaha warung makan lainnya oleh BAZNAS serta penyerahan santunan kepada anak yatim dan dhuafa.

Dimana menurut Teten, pedagang warteg dan warung makan lainnya merupakan pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19.

"Melalui kerja sama dengan marketplace dan LKPP, untuk perluasan jaringan pemasaran, pengusaha makanan ini akan kita dorong untuk bergabung dengan marketplace dan onboarding Laman Bela Pengadaan," terangnya. 

Tak hanya itu saja, tambahnya, Kemenkop juga akan menyediakan Pasar Digital (PaDi) yang merupakan hasil kerja sama Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian BUMN untuk menyerap produk UMKM melalui belanja barang dan jasa BUMN dengan nilai di bawah Rp14 miliar.

Lebih dari itu, lanjut Teten, upaya pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN) dilakukan dengan kebijakan subsidi bunga, penempatan dana restukturisasi, imbal jasa penjaminan, insentif pajak, tambahan modal kerja kepada koperasi melalui LPDB-KUMKM, dan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Sedangkan dari sisi hilir, pemerintah memperluas akses pasar produk UMKM, terutama melalui pasar online.

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co