Ekonomi

Pengusaha Dukung Adanya Penundaan Pemilu 2024, Alasannya?

usulan penundaan pemilu dari berbagai pihak ini perlu dipertimbangkan oleh stakeholder khususnya partai partai politik


Pengusaha Dukung Adanya Penundaan Pemilu 2024, Alasannya?
Ilustrasi - Pemilu (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO Usulan Wakil Ketua DPR RI yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang meminta Pemilu 2024 diundur menjadi 2026 mendapat kecaman dan penolakan. Usulan itu dinilai sebagai sikap anti demokrasi dan melawan akal sehat.

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menilai stabilitas ekonomi juga harus menjadi fokus penting karena harus dikelola dengan baik untuk mendukung pemulihan ekonomi dari krisis akibat pandemi Covid-19. Guna merespons dan memitigasi dampak pandemi Covid-19 tersebut, Pemerintah membuat terobosan kebijakan melalui program stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Program PEN diluncurkan sejak Juni 2020 dengan total besaran anggaran mencapai Rp695,2 triliun.

baca juga:

Ketua bidang Keuangan dan Perbankan Badan Pengurus Pusat (BPP), Anggiawara mengatakan usulan penundaan pemilu dari berbagai pihak ini perlu dipertimbangkan oleh stakeholder khususnya partai-partai politik. Hal ini adalah keputusan politik dan perlu dukungan mayoritas.

" Karena nantinya tahun 2024 kita belum bisa memprediksi mengenai pandemi Covid-19 yang melanda dunia lebih lagi sampai saat ini kasus Covid-19 terus meningkat dan menjadi tantangan kedepannya, semoga ada opsi-opsi lain, dan langkah ini harus diskursuskan," ungkap Anggawira lewat keterangannya, Jumat (25/2/2022). 

Anggawira juga menambahkan perlu ada langkah cadangan dan menjadi salah satu diskursus publik yang perlu dipikirkan juga jika ada keadaan yang tidak mungkin dilaksanakannya pemilu.

"Secara negara lainpun, ada beberapa yang menunda pemilu karena kondisi Covid-19 ini. Karena kita tidak bisa pungkiri pandemi Covid-19 ini membuat banyak fokus pemerintah terpecah belah. Di tambah lagi untuk menghadapi Pemilu 2024," kata Anggawira. 

Anggawira juga mengatakan bahwa penundaan pemilu ini juga pasti banyak sekali penolakan, dan karena itu perlu sekali adanya ruang publik untuk bisa saling bertukar pendapat membahas sisi baik dan buruknya penundaan pemilu 2024 ini.

" Dalam menentukan kebijakan perlu sekali suara semua pihak, agar terlihat apakah perlu penundaan pemilu ini dan kita fokus kedalam kestabilan ekonomi, politik dan kesejahteraan masyarakat. Yang pasti para pengusaha siap untuk diajak pertukar pandangan dan mendukung seluruh keputasan terbaik yang nantinya akan dilaksanakan," tuturnya.[]