Ekonomi

Pengusaha Desak Pembaharuan di Tubuh Pertamina dan PLN, Kenapa?

Presiden Jokowi mengatakan transisi energi dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT) dibutuhkan ongkos yang mahal


Pengusaha Desak Pembaharuan di Tubuh Pertamina dan PLN, Kenapa?
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (Twitter/@kangdede78)

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan dalam mendorong transisi energi dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT) dibutuhkan ongkos yang mahal. Pasalnya, listrik yang diproduksi dari energi fosil masih lebih murah dari pada EBT. 

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi meminta kepada semua jajarannya agar bersama-sama membuat skenario transisi energi ini. Jika bisa berjalan lebih cepat akan lebih baik, namun menurutnya hitung-hitungan di lapangan harus dikalkulasi dengan detail.

Ketua Bidang Perdagangan, Perindustrian dan ESDM, Rama Datau menanggapi pernyataan Presiden Jokowi bahwa untuk proses EBT peran Pertamina dan PLN lah yang sangat menentukan untuk bisa berjalan dengan baik. 

“Saya rasa peran Pertamina dan PLN lah yang sangat menentukan dalam proses transisi energi ini. Dan harapannya Pertamina dan PLN bisa merealisasikan investasi ini dengan baik,” ujar Rama Datau lewat keterangannya, Jumat (26/11/2021).

Rama menambahkan bahwa perlu adanya terobosan dalam Pertamina dan PLN dalam mendorong realisasi EBT ini, dari program kerja hingga mereview atas kinerja sampai saat ini.

"Kemarin Pertamina dan PLN mendapat teguran yang cukup keras dari Presiden Jokowi. Jadi untuk meningkatkan kualitas kinerja Pertamina dan PLN perlu ada terobosan dalam pembaharuan struktur komisaris hingga direksi. Hal ini bisa menjadi langkah yang baik dalam meningkatkan kinerja para BUMN," ungkap Rama.

Perlu ada sosok muda yang energik dalam memimpin Pertamina dan PLN untuk bisa memberikan kinerja yang lebih maksimal, inovasi-inovasi yang lebih berani dalam langkah transformasi kinerjanya. 

“Jika internal Pertamina dan PLN sudah menjadi lebih kuat, tidak ada yang tidak mungkin EBT di Indonesia bisa teralisasikan lebih cepat yang berdampak kepada kemajuan Indonesia dan mengoptimalkan kekuatan dan potensi agar dapat mensejahterakan masyarakat," tutup Rama.[]