News

Pengungsi Gempa Cianjur: Makan Mie Instan Tiap Hari Sakitlah

Pengungsi Gempa Cianjur: Makan Mie Instan Tiap Hari Sakitlah
Kondisi rumah tinggal keluarga Imam Akhirman pascagempa M5,6 di Kampung Lembur Sawah, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (dok pribadi Imam Akhirman)

AKURAT.CO Kampung Lembur Sawah, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur menjadi salah satu titik terparah yang terdampak gempa Cianjur M5,6 pada Senin (21/11/2022) lalu. 

Guncangan gempa skala menengah itu telah menyebabkan puluhan rumah warga ambruk dan ratusan orang mengungsi. 

Saat ini warga menempati tenda-tenda penampungan yang didirikan dari hasil  swadaya. Lokasinya dekat areal persawahan. 

baca juga:

"Sekitar 50 meter dari pinggir jalan. Ada 150 orang yang mengungsi, dari anak-anak, orangtua termasuk ibu hamil," kata Imam Akhirman, warga pengungsi di Kampung Lembur Sawah saat dihubungi Akurat.Co, Kamis (24/11/2022). 

Lokasi penampungan dipilih tak jauh dari rumah-rumah mereka karena khawatir dijarah. Sesekali warga pulang mengecek rumah tinggalnya meski sudah luluh lantah akibat gempa. 

"Kuatir tinggal rumah karena pasti dijarah, motor warga sudah ada tiga motor dicur. Jadinya kita yang anak-anak muda akhirnya kalau malam patroli keliling," tutur ayah tiga anak ini. 

Rumah tinggal keluarganya juga kini tinggal kenangan, tak bisa ditempati karena rusak parah. Ia berharap adanya bantuan pemerintah agar bisa dibangun kembali.

Namun, Imam bersyukur dalam musibah ini, seluruh anggota keluarganya tidak ada yang menjadi korban jiwa. "Alhamdulilah sehat semua. Ada anak usia enam tahun, patah kakinya sudah dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung, ibunya di sini nangis terus. Kita ajak bantu masak-masak di dapur umum biar nggak sedih," ucap dia. 

Dapur umum itu juga dibangun dari hasil swadaya, termasuk kasur. Memang diakuinya sudah ada kiriman bantuan logistik makanan dari para donatur seperti mie instan, susu, dan roti, termasuk selimut. Namun, minim asupan pangan bergizi. 

"Makan mie instan tiap hari sakitlah, butuhnya seperti telur, beras. Orang kita kan makan nasi belum kenyang," cetusnya. 

Termasuk, kebutuhan obat-obatan juga masih terbatas. Imam melihat kebanyakan relawan yang turun membantu para korban. Respons pemerintah saat terjadi bencana justru dinilainya lamban. "Mungkin karena fokus pendataan, tapi imbasnya kalau ada truk logistik melintas langsung dicegat warga, ya wajar. relawan kan biasanya lokasi yang dituju karena jaringan, nggak salah juga," ungkapnya.