Ekonomi

Pengiriman Logistik dari Pelabuhan Taiwan Mulai Normal Pasca Kunjungan Pelosi

Pengiriman di Selat Taiwan, rute utama untuk rantai pasokan dan komoditas, menghadapi ketidakpastian dan penundaan sejak Beijing memulai latihan militer


Pengiriman Logistik dari Pelabuhan Taiwan Mulai Normal Pasca Kunjungan Pelosi
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan dia memiliki keyakinan bahwa AS akan membantu mempertahankan wilayah Taiwan dariserangan China (Al Jazeera)

AKURAT.CO Pengiriman barang dan logistik di Selat Taiwan menunjukan tanda-tanda mulai kembali normal, walaupun Taiwan sendiri masih bersiaga dengan latihan militer China yang masih terus berlangsung atau sudah selesai.

Mengutip dari Aljazeera pada Senin (8/8/2022), setidaknya ada 30 kapal yang telah melewati zona latihan militer China di sekitar selatan pelabuhan utama Taiwan sejak hari Minggu. Sedangkan data yang ditampilkan oleh Bloomberg menunjukan ada empat zona dari enam yang dilintasi oleh kapal logistik.

Pengiriman di Selat Taiwan, rute utama untuk rantai pasokan dan komoditas, telah menghadapi ketidakpastian dan penundaan sejak Beijing memulai latihan militer paling provokatif dalam beberapa dekade setelah perjalanan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi datang berkunjung ke Taiwan pekan lalu.  

baca juga:

Akibat dari hal tersebut, beberapa pemilik kapal melarang kapal mereka untuk transit di selat, sementara yang lain berlayar di sekitar zona latihan militer China.

Kapal-kapal juga ragu-ragu mendekati pelabuhan utama Kaohsiung di selatan Taiwan, berusaha menghindari zona latihan militer yang terletak di lepas pantai.

Supertanker Barakah, yang sarat dengan minyak mentah dari Timur Tengah, ditambatkan di Kaohsiung pada Senin setelah pekan lalu dialihkan ke pelabuhan Sha Lung di ujung utara pulau itu, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.  

Kapal tanker minyak mentah Ghinah juga sedang dalam perjalanan ke Kaohsiung setelah mengubah rutenya ke Sha Lung.

Dua kapal gas alam cair juga tiba di pelabuhan di Taiwan pada hari Senin setelah menganggur di lepas pantai selama beberapa hari.

Latihan militer dijadwalkan akan selesai pada hari Minggu, tetapi tidak jelas apakah latihan telah berakhir.  Belum ada pengumuman resmi dari China. Hu Xijin yang merupakan mantan editor surat kabar Global Times Partai Komunis mengatakan bahwa latihan militer mereka telah diperpanjang.

Sumber: Al-Jazeera