Ekonomi

Penggunaan Plastik Untuk Belanja Harus Ramah Lingkungan


Penggunaan Plastik Untuk Belanja Harus Ramah Lingkungan
Kantong Plastik (IStock)

AKURAT.CO, Rencana pemerintah menerapkan aturan larangan penggunaan plastik ketika berbelanja dianggap berlebihan. Pasalnya pelaku usaha merasa keberatan dengan Perda larangan penggunaan plastik tersebut, terlebih pengusaha sudah menyiapkan alternatif plastik sampah lingkungan. 

Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia sempat menyampaikan rasa kesalnya sebab perda larangan penggunaan plastik terlalu mengada-ada. Selain itu masyarakat kesulitan ketika berbelanja lantaran harus membawa langsung tas belanja dari rumah.

Sebelumnya Ketua Umum Aprindo Roy N. Mandey sempat meminta perda yang berlaku dikaji ulang, mengingat jika alasannya karena penggunaan plastik tidak ramah lingkungan pelaku usaha sudah menyiapkan plastik alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Senada dengan itu, Direktur Eksekutif Kawal Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Kawali) Puput TD Putra mengatakan kalaupun harus menggunakan plastik maka pelaku usaha harus menggunakan plastik belanja yang ramah lingkungan. Sebab dengan begitu tidak menambah volume sampah plastik yang sudah demikian besarnya di Indonesia.

"Kalau gunakan plastik, hindari plastik yang konvensional, pakai plastik yang ramah lingkungan dan mudah terurai di alam," katanya ketika dihubungi Akurat.co (4/2/2019).

Puput mengatakan bahwa kantong belanja plastik yang tidak ramah lingkungan adalah kantong belanja plastik konvensional tidak bisa terurai yang mengandung bahan dasar lateks, plyethylene, thermoplastic synthetic, polymeric atau pegangan tangan yang digunakan sebagai media untuk mengangkat atau mengangkut barang.

"Nah karena bahan-bahan dasar tersebut, atau karena sifat, konsentrasinya atau jumlahnya mengakibatkan kesulitan dalam penguraian kembali melalui proses alamiah. Sehingga secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan merusak kualitas lingkungan," pungkasnya.[]