Entertainment

Pengguna Seks Chat 'Nth Room' Mulai Terungkap, Diduga Banyak Artis dan Atlet


Pengguna Seks Chat 'Nth Room' Mulai Terungkap, Diduga Banyak Artis dan Atlet
Pelaku kasus Nth Room Cho Joo Bin (YONHAP News/ KIM Hong Ji)

AKURAT.CO, Belum lama ini Korea Selatan dihebohkan dengan kasus 'Nth Room'.

Nth Room merupakan chat room atau forum di jejaring sosial Telegram yang menyebarluaskan video pelecehan seksual anak di bawah umur.

Dalam chat room tersebut ditampilkan eksploitasi seks dengan cara mengancam dan memaksa lebih dari 70 perempuan termasuk anak-anak dan remaja di bawah umur untuk membuat video seks.

Para anggota diketahui menggunakan mata uang kripto seperti bitcoin untuk membayar video tersebut. Yang mengejutkan, forum Nth Room memiliki anggota dari kelas terpandang.

Sejumlah artis laki-laki serta atlet Korea Selatan dilaporkan menjadi bagian pelanggan berbayar forum Nth Room. Nth Room diperkirakan memiliki 10 ribu pelanggan berbayar.

Hal ini diungkap pertama kali oleh Insight via Pitch One.

"Banyak profesor, artis terkenal, atlet terkenal, serta orang-orang yang sangat terkenal masuk daftar anggota Nth Room," tulis Pitch One, dikutip pada Kamis (26/3).

Cho Joo Bin, pelaku utama pelecehan seksual yang menyiapkan konten untuk Nth Room juga menggunakan sistem pertukaran menggunakan mata uang kripto demi mencegah identitasnya terungkap.

Pasalnya, mata uang kripto selama ini dikenal sulit untuk ditelusuri. Namun, sistem pertukaran di Korea Selatan menggunakan seluruh informasi pribadi pengguna.

Artinya, tak lama lagi polisi bakal mengetahui seluruh anggota forum Nth Room itu.

Departemen Keamanan Siber Badan Kepolisian Metropolitan Seoul menangkap Cho Joo Bin atau yang dikenal sebagai Baksa (dokter) pada 20 Maret 2020. 

Hingga saat ini polisi diketahui telah menangkap 128 tersangka terkait Nth Room dan 18 diantaranya telah dijebloskan ke penjara.

Cho bersama tersangka lainnya diduga memikat perempuan, kebanyakan anak di bawah umur, dengan tawaran kerja paruh waktu dan hadiah sertifikat. 

Setelahterpikat, para perempuan akan dipaksa untuk menjadi pemain video porno. Pelaku juga mengirimkan video porno kepada perempuan itu.[]