Ekonomi

Pengguna QRIS di Indonesia Tembus 10,4 Juta Pedagang

UMKM Indonesia saat ini masih dihadapkan dengan berbagai tantangan seperti kualitas, kapasitas, akses pasar, daya saing dan juga pembiayaan.


Pengguna QRIS di Indonesia Tembus 10,4 Juta Pedagang
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Hermanta (Akurat.co/Andoy)

AKURAT.CO Deputi kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Hermanta menyampaikan bahwasanya UMKM di Indonesia saat ini masih dihadapkan dengan berbagai tantangan seperti kualitas, kapasitas, akses pasar, daya saing dan juga pembiayaan.

"Oleh karena itu kami Bank Indonesia akan selalu berkomitmen untuk terus mendorong UMKM terutama di masa pandemi ini agar dapat bangkit kembali dan terus optimis dalam menjalankan usahanya," ucapnya pada saat keynote speech dalam webinar Akurat.co bertemakan 'UMKM Go Digital' di Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Dimana, tambahnya, dukungan dan komitmen kami terhadap perkembangan UMKM dilakukan antara lain melalui klasterisasi dan peningkatran kapasitas dan produksi keuangan hingga pemasaran nasional dan global serta melalui digitalisasi UMKM.

"Tak sampai disitu saja, Bank Indonesia juga terus mengakselerasi integrasi ekonomi dan keuangan digital melalui infrastruktur sistem pembayaran, dimana hal tersebut digunakan sebagai upaya membantu para UMKM memiliki daya saing, antara lain dengan pemanfaatan QRIS sebagai sarana pembayaran baik oleh UMKM maupun oleh penyedia jasa pariwisata dan lainnya," tegasnya.

Menurut data yang kami terima, lanjutnya, hingga pertengahan September 2021 lalu pengguna QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard telah mencapai 10,4 juta pedagang. Dimana angka tersebut tumbuh mencapai 120,22 persen dibandingkan pertengahan September 2020 lalu.

Oleh karena itu, tambahnya, BI akan terus mendorong akselerasi perluasan merchant QRIS, khususnya di pasar, pusat perbelanjaan, dan tempat ibadah. Hal itu akan menjadi salah satu langkah meningkatkan integrasi ekosistem ekonomi dan keuangan digital, sekaligus mendukung protokol kesehatan.

"BI terus memperkuat integrasi ekosistem ekonomi keuangan digital (EKD) melalui penguatan kebijakan sistem pembayaran, transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Agustus 2021 memang terus meningkat, sejalan dengan akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, perluasan pembayaran digital, dan akselerasi digital banking," ucapnya.

Melihat laju akseptasi penggunaan QRIS yang terus meningkat, tambahnya, serta kolaborasi berbagai pihak BI bersama industri bersinergi mendorong perluasan QRIS menuju 12 juta merchant di tahun 2021 ke berbagai komunitas. 

"Strategi pencapaian 12 juta merchant QRIS dilakukan antara lain melalui kolaborasi yng melibatkan stakeholder BI seperti Pemerintah Daerah dan juga dari Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP). Melalui QRIS tentu kami selalu mendorong sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah dan aman bagi UMKM," ujarnya.

"Tak hanya itu saja melalui pemanfaatan QRIS tentu juga akan memberikan kemudahan dalam bertransaksi bagi usaha mikro dan akan membentuk ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan efisien khususnya dalam skala retail yang pada akhirnya menjadi katalis untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," ucapnya.