News

Penggalian Mayat di Pemakaman Massal Ukraina: Ada Tanda Kematian yang Kejam

Penggalian Mayat di Pemakaman Massal Ukraina: Ada Tanda Kematian yang Kejam
Penggalian mayat korban perang di Ukraina. (japantimes.co.jp)

AKURAT.CO Pejabat Ukraina mengatakan mereka telah selesai menggali mayat dari situs pemakaman massal di Izium. Dari 436 mayat yang ditemukan, 30 di antaranya menunjukkan adanya tanda-tanda penyiksaan.

Kepala administrasi militer wilayah Kharkiv, Ukraina menyatakan bahwa sebagian besar mayat yang ditemukan menunjukkan tanda-tanda kematian yang kejam. Hal tersebut menjadi pengingat dari adanya korban manusia sebagai akibat dari invasi Rusia. 

“Ada mayat dengan tali di leher, dengan tangan terikat, dengan anggota badan patah dan dengan luka tembak. Beberapa pria telah diamputasi alat kelaminnya. Semua ini adalah bukti penyiksaan mengerikan yang dilakukan penjajah terhadap penduduk Izium,” ungkap Syniehubov pada hari Jumat (23/9) lalu.

baca juga:

Syniehubov menambahkan bahwa sebagian besar mayat adalah warga sipil dan hanya 21 di antaranya adalah militer.

Izium, yang terletak di dekat perbatasan antara wilayah Kharkiv dan Donetsk di Ukraina, menjadi sasaran serangan artileri Rusia yang intens pada bulan April 2022 lalu sebelum akhirnya berhasil diduduki oleh militer Rusia. WIlayah tersebut kemudian menjadi wilayah pusat bagi militer Rusia dalam melakukan penyerangan selama lima bulan pendudukan.

Pasukan Ukraina berhasil merebut kembali kota tersebut bulan September 2022 ini. Pengambilalihan ini juga memberikan pukulan strategis terhadap serangan militer Rusia di wilayah timur.

Pasukan Rusia terpaksa meninggalkan kota strategis di timur setelah pasukan Ukraina memulai serangan baru ke arah timur yang dimulai dari wilayah Kharkiv.

Seiring dengan berhasilnya serangan balik Ukraina, bukti kengerian yang diderita oleh warga sipil dan tentara di tangan pasukan Rusia juga ikut terungkap.

Syniehubov mengatakan ini bukan satu-satunya kuburan massal yang ditemukan. Setidaknya ada tiga lagi di sejumlah lokasi lain di wilayah Kharkiv. 

Dia menambahkan bahwa masing-masing mayat yang ditemukan memiliki cerita terpisah, dan dia bersumpah untuk mencari tahu keadaan masing-masing kematian mereka "agar kerabat dan teman mereka mengetahui kebenaran dan para pembunuh dihukum."

"Semua kejahatan penjajah akan didokumentasikan, dan pelaku akan membayar apa yang telah mereka lakukan," kata Syniehubov.

Dia berterima kasih kepada 200 orang – termasuk ahli forensik, petugas polisi, dan karyawan Layanan Darurat Negara – yang telah bekerja di sana setiap hari untuk “pekerjaan mereka yang sulit secara moral tetapi perlu.” []