Tech

Pengembangan Talenta Digital Jadi Program Prioritas Pemerintah Indonesia

Pengembangan Talenta Digital Jadi Program Prioritas Pemerintah Indonesia
Menkominfo Johnny G. Plate, dalam sesi diskusi “Indonesia Pavilion: Deepening Digital Growth in The New Economic Landscape” yang berlangsung secara hybrid dari Davos, Swiss, Senin (23/05) malam. (kominfo.go.id)

AKURAT.CO Guna mempercepat agenda transformasi digital nasional, pengembangan talenta digital menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Indonesia.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, pemerintah juga tengah mendorong kolaborasi ekosistem untuk menyediakan talenta digital.

"Permintaan talenta digital sangat besar. Pada tahun lalu, kami melakukan pelatihan keterampilan digital dasar bagi 12,5 juta penduduk Indonesia dalam satu tahun dan menargetkan jumlah 5,5 juta peserta ikut ambil bagian di tahun ini," kata Johnny di World Economic Forum di Swiss, dikutip dari siaran pers, Selasa (24/5).

baca juga:

Dalam hal pengembangan talenta digital, Kementerian Kominfo mengadakan program Gerakan Nasional Literasi Digital berupa pelatihan agar masyarakat memiliki kecakapan digital tingkat dasar. 

Pada saat yang sama, Kementerian juga mempersiapkan talenta Indonesia memiliki keterampilan digital di tingkat menengah melalui Program Digital Talent Scholarship.

"Tahun ini yang akan kita lakukan adalah sekitar dua ratus ribu milenial. Kami membutuhkan 9 juta talenta digital intermediate untuk 15 tahun ke depan, artinya setiap tahun kami harus memastikan memiliki 600.000 keterampilan digital intermediate, hal yang tentunya tidak mudah," jelas Johnny.

Dari kebutuhan 600 ribu talenta digital, Pemerintah memberi dukungan untuk melatih 200.000 peserta. 

"Dukungan Pemerintah sebanyak sepertiga dari 600 ribu pelatihan kecakapan dan saya berharap ekosistem juga bergabung untuk memastikan talenta digital menengah akan tersedia dalam jumlah kualitas dan kapasitas mereka," ungkap Johnny.

Ia menilai persiapan talenta di level keterampilan menengah merupakan salah satu upaya agar perusahaan teknologi global bersedia bergabung untuk membantu program Pemerintah. Bahkan, ia juga ingin semua ekosistem termasuk operator telekomunikasi untuk bergabung dengan mereka. Guna memastikan bahwa keterampilan menengah akan tersedia tepat waktu.

Selain itu, pada level advance, Kementerian Kominfo juga menyediakan pelatihan untuk mendukung pembuatan kebijakan digital. Menurut Menkominfo, pembuatan kebijakan digital saat ini tidak tersedia dalam jumlah yang banyak.

"Ada sekitar 500 pelatihan untuk setiap tahun. Ini bekerja sama dengan universitas global terkemuka seperti Oxford, Cambridge, Tshinghua dan banyak lainnya, untuk memastikan bahwa pembuat kebijakan digital akan tersedia untuk Pemerintah," pungkas Johnny.