Ekonomi

Pengembangan Sawit Tak Mengurangi Lahan Padi di Indonesia, Kok Bisa?

Pengembangan Sawit Tak Mengurangi Lahan Padi di Indonesia, Kok Bisa?
Pekerja menyusun tandan buah segar (TBS) kelapa sawit  di kawasan Candali, Bogor, Jawa Barat, Senin (20/9/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Konversi lahan pangan utama, yakni lahan padi, yang luas dapat mengancam penyediaan beras nasional. Perkembangan luas kebun sawit di Indonesia pernah dituding sebagai salah satu penyebab berkurangnya luas areal padi di Indonesia. Padahal, perkebunan sawit yang hampir seluruhnya di luar Pulau Jawa ternyata tidak mengurangi luas areal padi. 

Melansir laporan PASPI, data Kementerian Pertanian (2015) mencatat, areal pertanian padi di luar Pulau Jawa justru cenderung meningkat. Sebaliknya, lahan padi di Pulau Jawa justru menunjukkan kecenderungan yang menurun akibat konversi ke sektor nonpertanian seperti sektor industri, infrastruktur, dan perumahan.

"Namun, secara keseluruhan luas areal padi nasional masih relatif stabil pada sekitar 13 juta hektare dengan kecenderungan yang meningkat," catat laporan PASPI. 

baca juga:

Tentu saja pada level daerah/lokal terjadi konversi areal pertanian padi menjadi areal nonpadi termasuk untuk sawit rakyat. Hal ini lantaran petani merasa lebih menguntungkan mengembangkan usaha nonpadi. Pilihan petani untuk memilih komoditas/usaha yang menguntungkan baginya dilindungi Undang-undang No. 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman.

"Namun, secara keseluruhan ekspansi kebun sawit yang seluruhnya di luar Pulau Jawa, juga diikuti ekspansi areal tanaman padi," catat laporan PASPI.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi