Ekonomi

Pengelolaan TMII Resmi Diambil Alih Negara, Nilainya Tembus Rp20,5 Triliun

Nilai aset Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mencapai Rp20,5 triliun berupa tanah


Pengelolaan TMII Resmi Diambil Alih Negara, Nilainya Tembus Rp20,5 Triliun
Sejumlah wisatawan menaiki sepeda air di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (20/8/2020). Wisatawan mengisi momen libur panjang Tahun Baru Islam 1442 H dengan mengunjungi sejumlah tempat rekreasi salah satunya Taman Mini Indonesia Indah (TMII). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Pemerintah resmi mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Hal ini tercantum di dalam Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan TMII. Perpres tersebut menjadi landasan hukum pemindahan penguasaan dan pengelolaan TMII.

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan mencatat nilai aset Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mencapai Rp20,5 triliun berupa tanah.

“Nilainya Rp20,5 triliun, harga tanahnya saja,” kata Direktur Barang Milik Negara (BMN) DJKN Kemenkeu Encep Sudarwan dalam media briefing secara virtual, melansir Antara, Jumat (16/4/2021).

Meski demikian, menurut Encep, nilai aset TMII masih perlu dilakukan inventarisasi untuk memperoleh data yang valid. Hal ini karena, selain aset barang milik negara (BMN), di dalamnya juga terdapat aset milik daerah dan pihak lain yang berkerja sama dengan Badan Pelaksana Pengelolaan dan Pengusahaan TMII.

“Sekarang sedang dicek detilnya, yang sudah dilakukan BMN saja, kan disana juga ada non-BMN, barang milik daerah (BMD) ada yang punya mitra, punya yang dikelola badan pengelola, itu dicek semua,” lanjutnya.

Sekadar informasi, Yayasan Harapan Kita menghormati keputusan pemerintah mengambilalih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Meski begitu, pihak yayasan keluarga mendiang Presiden Soeharto merasa perlu meluruskan beberapa hal.

Sekretaris Yayasan Harapan Kita Tria Sasangka Putra Ismail mengatakan, selama 44 tahun pelaksanaan pengelolaan TMII, Yayasan Harapan Kita tidak pernah mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah untuk mencukupi kebutuhan anggaran pengelolaan TMII Kekurangan-kekurangan itu, kata dia,  selalu ditanggung Yayasan Harapan Kita. Itu menunjukan bentuk kontribusi kepada negara, sesuai amanat Keputusan Presiden Nomor 51 Tahun 1977.

Tria mengakui, tak selamanya pemasukan yang diperoleh Badan Pelaksana Pengelola TMII dapat mencukupi kebutuhan operasionalnya. Nah, kekurangan itu ditanggung pihak yayasan. Itu menjadi kontribusi yang diberikan oleh Yayasan Harapan Kita kepada negara dalam bentuk anggaran pembangunan fasilitas baru, pengelolaan, perbaikan, perawatan dan pelestarian TMII.

Tria tak memungkiri, Yayasan Harapan Kita mengalami kesulitan pendanaan. Namun selalu memberikan bantuan kepada TMII, termasuk membiayai secara mandiri peningkatan atau pengembangan TMII sesuai amanah dari Keppres Nomor 51/1977.

Sumber: Antara

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu