Rahmah

Pengasuh Ponpes Nurul Faizah: Jika Ulama Berbeda, Jangan Langsung Menyalahkan, Allah yang Akan Memutuskan

Saat ini, perselisihan antara sesama umat Islam masih kerap terjadi. 


Pengasuh Ponpes Nurul Faizah: Jika Ulama Berbeda, Jangan Langsung Menyalahkan, Allah yang Akan Memutuskan
Pengasuh Ponpes Nurul Faizah Nyai Hj Mihmidaty (TV9 )

AKURAT.CO Nabi Muhammad SAW seperti tertera dalam sebuah hadis muttafaq 'alaih mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan persaudaraan di antara umat Islam. Namun di dalam kehidupan sehari-hari, ajaran Rasulullah SAW tersebut kerap terlupakan. Perselisihan antara sesama umat Islam masih sering terjadi. 

Allah SWT berfirman dalam Surah al-Hujurat ayat 1:

"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat,".

Begitu juga menurut Pengasuh Ponpes Nurul Faizah, Nyai Hj Mihmidaty mengatakan, jika perselisihan di kalangan manusia penyelesaiannya adalah pada hukum Allah SWT. Karena segala keputusan akhir adalah ketentuan dari Allah SWT.

"Manusia di dunia ada perselisihan, ada perbedaan paham ada pertengkaran, saling menghujat penghujat ternyata apa firman Allah, keputusannya adalah hukumku (Allah SWT)," ujarnya dalam sebuah video yang diunggah channel YouTube TV 9 Official, Minggu (12/9/2021).

Dia menyebutkan, perselisihan antara sesama umat Islam masih sering terjadi. Seperti persoalan masalah qunut, tahlil, ziarah kubur dan yang lainnya.

"Karena yang menghukumi Allah, ya nggak usah berselisih, terserah Allah saja. Yang qunut, qunutlah, yang tahlil tidak masalah, yang manaqiban juga tidak apa-apa," katanya.

Nyai Mihmidaty menambahkan, semuanya harus berjalan sesuai dengan keyakinannya. Karena yang akan menentukan keputusan akhir adalah Hakim Yang Maha Hakim yaitu Allah SWT. Oleh karena itu jangan ada hujat menghujat, karena Allah SWT yang nanti akan memutuskan.

"Kita nggak bisa mengatakan aku benar, kamu salah, dari mana kita tahu," tambahnya. 

Dengan demikian, lanjut Nyai Mihmidaty mengingatkan sebagai umat muslim yang taat, hendaknya harus mengikuti petunjuk yang diajarkan Rasulullah SAW. Apabila bersungguh-sungguh menetapkan hukum sesuatu sesuatu, jika benar dapat pahala dua, jika salah dapat pahala satu. Hal tersebut berarti dibenarkan pula oleh Allah SWT.

"Maka jangan ada perselisihan. Karena perselisihan hanya akan menyebabkan kerugian dan terjadi permusuhan.Jika melakukan sesuatu, kita merasa benar ya sudah lakukan. Kita tahu orang tersebut berbuat salah, jangan langsung menyalahkan," tuturnya. []