News

Pengamat: Suara Umat Islam di Pemilu 2024 Terbagi Banyak Kelompok dan Kepentingan

Namun perbedaan dukungan suara Umat Islam bukan berarti adanya perpecahan


Pengamat: Suara Umat Islam di Pemilu 2024 Terbagi Banyak Kelompok dan Kepentingan
Ilustrasi

AKURAT.CO, Pengamat Politik, Ujang Komarudin menilai arah suara Umat Islam di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 tidak akan masuk mendukung satu pasangan calon (Paslon).

"Mereka akan tersebar mendukung dan memilih capres (Calon Presiden) dan cawapres (Calon Wakil Presiden) yang didukungnya masing-masing," kata Ujang saat dihubungi AKURAT.CO, Rabu (23/6/2021).

Menurut Ujang, suara Umat Islam sendiri terbagi-bagi pada banyak kelompok dan kepentingan. Karenanya, dia yakin jika suara Umat Islam akan mendukung Paslon yang sesuai dengan visi dan misinya masing-masing.

"Seperti pada Pilpres 2019 yang lalu. Pilihan umat Islam ada yang ke Prabowo dan ada yang ke Jokowi," ujarnya.

Namun meski demikian, Ujang menilai, perbedaan dukungan suara Umat Islam bukan berarti adanya perpecahan. Sebab pada prinsipnya pemilih Islam bebas memilih siapapun, sangat menghormati perbedaan pendapat dan pilihan.

"Pemilih Islam itu bukan pecah. Namun dianjurkan yang memiliki visi dan misi sama. Jadi bebas saja memilih siapapun yang dianggap bisa memperjuangkan kepentingan umat Islam," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPC PKB Jakarta Pusat Jamaludin Ridwan mengaku yakin bisa meraup suara banyak pada Pemilu 2024. Khususnya umat Islam yang ada di DKI Jakarta.

Keyakinan itu hadir selain merujuk hasil survei, juga didasarkan pada kerja konsisten PKB di bawah arahan pimpinan Ketua Umum Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Ami.

“Ketum DPP PKB Gus Ami menjadi figur sentral yang secara aktif turun langsung di tengah rakyat. Politik kehadiran dan memberikan manfaat,” ujar Jamaludin dalam siaran persnya, Jumat (28/5/2021).[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co