Ekonomi

Pengamat: Skema Bail In Lewat PMN untuk Jiwasraya Merupakan Hal Wajar dan Tepat

Penyelamatan polis Asuransi Jiwasraya melalui skema bail in yang direalisasikan dalam PMN untuk PT BPUI dinilai sebagai satu langkah yang tepat.


Pengamat: Skema Bail In Lewat PMN untuk Jiwasraya Merupakan Hal Wajar dan Tepat
Warga melintas di depan halaman kantor pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Jakarta, Selasa (14/1/2020). Kementerian BUMN mengkawatirkan Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Jiwasraya direalisasikan akan membuat investor takut menanamkan modalnya. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Penyelamatan polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) melalui skema bail in yang direalisasikan dalam Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) dinilai sebagai satu langkah yang tepat.

"Bail in lewat PMN ini bagian dari restrukturisasi Jiwasraya. Artinya bisa menyelamatkan dengan menyuntikkan modal, baik modal kerja ataupun modal operasional ke BPUI atau IFG Life,” kata pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah, dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Menurut Trubus, skema bail in merupakan hal yang wajar dilakukan mengingat 100 persen saham Jiwasraya dan BPUI dimiliki oleh negara.

Ia menjelaskan, pemberian PMN senilai Rp22 triliun juga harus barengi rencana kerja BPUI dan IFG Life yang akan menerima polis Jiwasraya setelah direstrukturisasi.

PMN tersebut akan digunakan untuk menambah modal dan operasional BPUI serta menjalankan roda bisnis IFG Life yang akan menyasar industri asuransi kesehatan, jiwa dan dana pensiun.

"PMN itu diberikan dalam konteks situasi good corporate governance atau perusahaan yang tengah melakukan perbaikan, misalnya ada perampingan organisasi atau arah dari organisasi itu mau ke mana. Jangka pendek, menengah dan jangka panjang seperti apa. Itu yang harus dilihat,” tegasnya dilansir dari Antara.

Seperti yang diketahui, dalam rapat Panitia Kerja (Panja) Komisi VI DPR RI pada Kamis (1/10), diputuskan bahwa untuk menyelesaikan masalah yang ada di Jiwasraya, jajaran DPR dan Pemerintah menyepakati pemberian PMN senilai Rp22 triliun kepada BPUI untuk mendirikan perusahaan asuransi baru bernama IFG Life.

Dana PMN digunakan IFG Life untuk menjalankan bisnisnya di sektor asuransi yang menyasar produk-produk asuransi kesehatan, jiwa, dan pengelolaan dana pensiun.

Adapun polis Jiwasraya yang sudah direstrukturisasi juga akan dipindahkan dari Jiwasraya ke IFG Life melalui proses bisnis.

Sumber: Antara