News

Pengamat: Sistem e-Rekap Bisa Meminimalisir Angka Kecurangan Pemilu


Pengamat: Sistem e-Rekap Bisa Meminimalisir Angka Kecurangan Pemilu
Direktur Konstitusi & Demokrasi Kode Inisiatif Veri Junaidi (kedua kanan) saat menjadi pembicara dalam diskusi yang bertajuk 'Menjaga Suara Rakyat' di Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019). Dalam diskusi ini membahas Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang berlangsung secara serentak membuat Pemilihan Legislatif (Pileg) seakan tenggelam oleh Pemilihan Presiden (Pilpres). Padahal, kebutuhan akan anggota legislatif yang baik sangat tinggi. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Direktur Konstitusi dan Demokrasi (KODE) Inisiatif Veri Junaidi menyebut sistem rekapitulasi suara secara elektronik (e-Rekap) di Pilkada 2020 tidak menutup kemungkinan menekan angka kecurangan hasil pemilu.

"Apakah e-rekap itu akan 100 persen menutup proses kecurangan pemilu? Pasti tidak. Tapi sistem itu diharapkan akan menekan kecurangan hasil pemilu," kata Veri dalam diskusi Umum yang diselenggarakan KODE inisiatif dengan bertajuk tema “Urgensi E-Rekap Dalam Pilkada Serentak 2020” di kantor Kode Inisiatif, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (31/7/2019).

Menurut ia, e-Rekap dapat meminimalisasi terjadinya jual beli suara dalam pemilu. Hal itu ia katakan mengingat terjadinya proses e-rekap dilakukan dalam kurun waktu yang cepat dan ruang yang sempit.

"Jika itu kemungkinan terjadi dugaan kecurangan, maka yang menjadi PR (pekerjaan rumah) adalah bagaimana peserta pemilu membuktikannya," ucapnya.

Sebab, lanjut Veri, selama ini dalam proses rekapitulasi suara secara manual sekalipun, peserta pemilu yang menuding adanya kecurangan kesulitan untuk membuktikan.

"Kalaupun e-rekap dilakukan, yang paling penting juga memastikan seluruh data atau dokumen hasil pemilunya terbuka kepada seluruh peserta pemilu," pungkasnya.[]