News

Pengamat Sebut Perluasan Ganjil Genap Hanya Pindahkan Kemacetan, Ini Sebabnya

Kebijakan perluasan area penerapan ganjil genap si Jakarta diyakini tak berpengaruh luas terhadap upaya mengurai kemacetan di Jakarta diyakini tak cukup berhasil.


Pengamat Sebut Perluasan Ganjil Genap Hanya Pindahkan Kemacetan, Ini Sebabnya
Ganjil genap (Dokumen Akurat.co)

AKURAT.CO, Kebijakan perluasan area penerapan ganjil genap diyakini tak berpengaruh luas terhadap upaya mengurai kemacetan di Jakarta. Ganjil genap diyakini tak cukup berhasil meski kembali diterapkan. Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, perluasan area penerapan ganjil genap hanya akan memindahkan titik kemacetan dari ruas penerapan ganjil genap ke jalur lain yang akan dilalui pengguna kendaraan lain. 

"Pastinya (pengguna kendaraan pribadi memcari jalur alternatif). Kemacetan hanya berpindah jalan saja. Tetap tidak banyak yang mau beralih ke angkutan umum. Kecuali ada penambahan angkutan umum," katanya, Jumat (27/5/2022). 

Dia mengatakan, mobilitas masyarakat di Jakarta tidak hanya berasal dari warga Jakarta. Warga daerah penyangga Jakarta juga banyak melakukan aktivitas sehari-harinya di Jakarta. Mereka hanya bisa didorong menggunakan angkutan umum bila tersedia angkutan umum yang langsung menjangkau pemukiman mereka di luar Jakarta. 

baca juga:

"Mobilitas di Jakarta tidak hanya oleh warga Jakarta, namun juga warga Bodetabek. Sementara layanan angkutan umum di Bodetabek masih buruk, sehingga mereka terpaksa menggunakan kendaraan pribadi ke Jakarta untuk beraktivitas," katanya. 

Karena itu, untuk mencapai target mengurai kemacetan dengan penerapan perluasan ganjil genap di Jakarta. Diperlukan perluasan layanan angkutan umum hingga menjangkau wilayah di Bodetabek sebagai sumber perjalanan masyarakat yang masuk ke Jakarta. 

"Layanan angkutan umum harus diperluas hingga menjangkau kawasan Bodetabek. Tidak hanya integrasi, namun layanan angkutan umum dapat memasuki semua kawasan perumahan di Bodetabek," ujarnya. 

Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI tengah mengevaluasi penerapan perluasan ganjil genap di Jakarta dari 11 ruas jalan menjadi 25 ruas jalan di Jakarta. Uji coba itu dilakukan untuk mengukur efektivitas dan masalah-masalah lanjutan yang muncul setelah kebijakan itu resmi diterapkan. []